2 Contoh Surat Pembaca Tentang Fasilitas Umum

Posted on

2 Contoh Surat Pembaca Tentang Fasilitas Umum – Surat pembaca adalah surat yang ditulis oleh pembaca sebuah media cetak ynag berisikan himbauan, kritik, saran, aspirasi, dan lain sebagainya yang menyangkut perihal hajat hidup orang banyak. Surat pembaca secara umum ditujukan kepada pemerintah, kepolisian, aparat, dan setiap instansi yang berhubungan dengan kebijakan publik dan lain sebagainya. Surat pembaca secara umum dipublikasikan oleh media cetak tertentu dengan menyediakan kolom khusus yang nantinya akan digunakan untuk menyampaikan aspirasi dan lain sebagainya oleh masyarakat kepada pemangku kebijakan. Berikut ini beberapa contoh surat pembaca yang di dalamnya berisikan persoalan seputar fasilitas umum :

Contoh :

Perlunya Peremajaan Halte Bus Rapit Transit (BRT)

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Saya Agustian Suparyono, warga kota Bandar Lampung. Melalui wadah kolom surat pembaca yang disediakan oleh Siantar Post ini saya ingin menyampaikan informasi tentang kondisi halte BRT (Bus Rapid Transit) yang berada di jalan Z.A. Abidin Pagar Alam no 15 tepat di samping kiri SMP Negeri 22 Bandar Lampung. Saya ingin menyampaikan kepada pemerintah kota Bandar Lampung melalui dinas yang terkait dengan persoalan ini. Bahwasanya halte bus yang telah saya sebutkan tadi jauh dari kata layak sebagai fasilitas umum yang seharusnya dinikmati oleh warga sebagai fasilitas yang nyaman. Secara umum saya ingin menggambarkan kondisi halte yang saat ini tidak ada lagi tempat duduk yang dahulu digunakan oleh warga untuk menunggu bus. Tempat duduk yang terbuat dari plastik piber tersebut kini telah banyak yang pecah dan berlubang. Selain itu baut pada besi penyangga kursi juga sudah banyak yang hilang dicuri. Sehingga warga tidak ada yang duduk ketika menunggu bus datang. Ketika hujan deras kami tetap kebasahan karena atap halte yang tidak lagi menutup rapat bahkan banyak yang belubang. Lubang-lubang pada atap tersebut cukup besar sehingga kami mampu melihat langit melalui lubang tersebut. Kondisi tersebut turut memperburuk keadaan dan mengakibatkan air menggenang di lantai halte yang penuh dengan sampah. Air yang bercampur dengan sampah serta merta menimbulkan bau yang tak sedap. Sebagai warga kota yang baik, terkadang kami juga memunguti sampah yang berserakan tersebut dan membuangnya ke tempat sampah. Akan tetapi persoalan tidak selesai sampai di situ. Menurut hemat saya perlu adanya pembenahan terhadap fasilitas umum dalam hal ini adalah halte bus. Mengingat halte ini belum pernah dibenahi semenjak pertama kali dibangun. Saya mewakili seluruh warga yang memakai jasa Bus Rapit Transit (BRT) merasa perlu untuk mengusulkan peremajaan halte bus agar dapat digunakan sebagaimana mestinya. Demikian yang saya sampaikan berkaitan dengan fasilitas umum sebagaimana telah dijelaskan di atas. Saya berharap agar permohonan tadi dapat diapresiasi oleh pemerintah kota Bandar Lampung.

Agustian Suparyono, warga kota Bandar Lampung.

[sc:ads]

Contoh 2 :

Pengembalian Peranan dan Fungsi Fasilitas Gedung Serba Guna (GSG) Kelurahan

Assalamualaikum Wr.Wb.

Saya Darsono Mirsanto, warga kelurahan Sumber Makmur Bandar Lampung. Saya ingin menyampaikan pertanyaan sekaligus keluhan berkaitan dengan fasilitas umum yakni alun-alun kelurahan. Saya berharap peryataan saya ini dapat ditanggapi oleh siapa saja yang berwenang terhadap persoalan ini. pertama-tama saya ingin menyampaikan pertanyaan tentang apa saja fungsi dari Gedung Serba Guna (GSG) alun-alun kelurahan? Apa diperbolehkan menggunakan fasilitas tersebut untuk kepentingan komersial pribadi semisal berdagang, disewakan, untuk acara pernikahan, dan lain sebagainya? Untuk pertayaan tersebut saya membutuhkan klarifikasi dari pemerintah atau siapa saja yang berwenang dan saya berharap tanggapan akan dimuat di kolom surat pembaca harian Siantar Post pada halaman yang sama di rubrik ini esok hari.

Selanjutnya saya ingin menyampaikan keluhan yang masih berkaitan erat dengan pertanyaan yang saya ajukan tadi. Pertanyaan terebut bukanlah tanpa dasar. Mengingat saya dahulu adalah penanggung jawab dari GSG alun-alun kelurahan yang tidak pernah sekalipun saya menggunakan fasilitas umum tersebut untuk kepentingan diri saya pribadi. Karena beberapa alasan, kini saya tidak lagi memiliki wewenang atas gedung tersebut. Namun sebagai warga negara yang baik, saya tetap memiliki rasa tanggung jawab yang besar terkait hal ini. secara terang-benderang saya akan menjelaskan kondisi dari gedung tersebut saat ini. kini Gedung Serba Guna (GSG) kelurahan Sumber Makmur kini lebih sering digunakan untuk acara pernikahan yang disewakan secara komersil. Jikalau acara tersebut memang murni untuk warga dan tidak menarik tarif sewa yang ditentukan nominalnya, tentu saya tidak keberatan jika acara pernikahan diselenggarakan di gedung itu. Namun persoalan menjadi berbeda jika fasilitas negara untuk umum disewakan dan semata-mata untuk keuntungan pribadi. Masalah lainnya adalah sulitnya perizinan untuk menggunakan fasilitas gedung ini untuk hal-hal yang bersifat keagamaan, rembugan, dan lain sebagainya yang seharusnya memang gedung tersebut diperuntukkan untuk kegiatan-kegiatan semacam ini. Jika malam hari gedung disalahgunakan untuk berjudi oleh sejumlah oknum warga yang tak bertanggung jawab. Tak jarang mereka membawa minuman keras ketika sedang melakukan perilaku menyimpang tersebut. Hal ini tak terlepas dari penanggung jawab gedung yang juga terlibat dalam perjudian tersebut.

Sungguh saya merasa miris atas kenyataan yang selama ini terjadi bahwa Gedung Serba Guna (GSG) yang seharusnya digunakan untuk kegiatan positif malah justru sebaliknya. Di lain pihak saya tidak bisa membendung keluhan masyarakat yang menumpahkan segala kegelisahannya terhadap saya yang mereka anggap mampu untuk menyelesaikan persoalan ini. oleh karenanya kepada pihak yang beerwajib, saya memohon agar pelaku penyalah gunaan fasilitas negara ini dapat ditindaklanjuti dan diproses secara hukum saya juga berharap agar setiap fasilitas umum yang disalahgunakan dapat dikembalikan peranan dan fungsinya untuk kepentingan masyarakat.

Darsono Mirsanto, warga kelurahan Sumber Makmur Bandar Lampung

Baca Juga:

Pengertian Surat Pembaca, Cara Membuat, dan Contohnya
Penggunaan Tanda Baca Titik dan Contohnya dalam Bahasa Indonesia
Pengertian, Macam-macam, dan Penulisan Kata Depan