no comments

2 Contoh Teks Deskripsi Tentang Ibu Lengkap

2 Contoh Teks Deskripsi Tentang Ibu Lengkap – Teks deskripsi merupakan wacana yang menjelaskan tentang penggambaran suatu obyek berkaitan dnegan kondisi, bentuk fisik, sifat, karakter, dan segala hal yang terdapat pada obyek tersebut. Dalam teks ini penulis berupaya untuk membuat pembaca seolah-olah berada tepat di depan obyek tersebut dan merasakan perasaan yang sama seperti yang dirasakan oleh penulis. Agar lebih jelas, perhatikan beberapa contoh teks deskripsi berikut yang membahas tentang ibu :

Contoh 1:

Hari Ulang Tahun Ibu

Sepulang sekolah aku bergegas pulang menuju ke rumah. Kuabaikan beberapa temanku yang memanggil-manggil di arah belakang dengan maksud untuk berjalan pulang bersama. Siang ini aku harus segera pulang. Aku membeli satu loyang ukuruan besar martabak bangka di toko martabak haji Jamaludin yang akan aku berikan kepada ibu di rumah. Hari ini adalah hari ulang tahun ibu yang ke-45. Aku telah menyiapkan hadiah kecil yang kubungkus kertas kado seadanya untuk wanita yang paling kusayangi di dunia ini.

Setibanya di rumah aku mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Terdengar suara jawaban salam yang dapat kupastikan itu adalah suara dari ibuku. Suaranya lembut dan penuh makna kasih sayang yang teramat dalam. Aku bergegas menuju tempat di mana ibuku berada. Kudapati ibuku berada di ruang shalat dengan semua perangkat ibadah yang ia kenakan. Ibu masih mengenakan mukena dan menggenggam Al-Qur’an saku di tangannya. Kuperhatikan wajah ibuku, amat anggun dan meneduhkan. Diguratan wajahnya dengan menunjukkan sisa-sisa kecantikan di masa lalu. Kuambil tangannya dan kucium dengan penuh takdzim. Tangannya yang tak lagi halus seperti dulu membelai rambutku dengan penuh kasih sayang.

Baca Juga:   Filum Mollusca – Definisi dan Pembagian Divisi

Ibu menyuruhku untuk segera mengganti baju seragam sekolahku dan bergegas untuk makan siang. Aku mengiyakan perintahnya sambil membisikkan ucapan selamat ulang tahun untuknya. Ibu menangis sambil tersenyum. Sebuah perpaduan ekspresi yang tak kupahami, menangis dan tersenyum secara bersamaan. Kuberikan satu loyang martabak bangka kesukaan ibuku dan bungkusan kado kecil untuknya. Ibu menerima kedua buah tanganku tersebut dengan bahagia dan uraian air mata yang semakin deras keluar dari kelopak matanya yang indah.

Pertama-tama ia membuka bungkusan martabak bangka untuk kami makan berdua. Selanjutnya ia membuka bungkusan kado kecil yang telah kuberikan. Tangan-tangan lentiknya menyobek bungkusan kado yang kupasang seadanya itu. Ia semakin menangis haru dan mengucapkan terima kasih ketika bungkusan kado tersebut telah terbuka seutuhnya. Sebuah Al-Qur’an saku dengan terjemahannya yang kubeli dengan tabungan hasil honor menulis di majalah remaja akhir minggu ini. Ibu memeluk dan menciumiku dengan penuh kasih sayang dan mengucapkan terima kasih yang berulang-ulang.

Aku menikmati situasi ini dan ingin selalu berada di pelukan ibu. Hingga tak terasa pipiku mulai basah karena cairan yang keluar dari kelopak mataku. Aku sangat menyayangi wanita yang dipenuhi dengan rasa cinta dan kasih sayang ini. aku begitu mencintai wanita yang telah bersusah payah mengandungku selama sembilan bulan, melahirkan,menyusui, serta membesarkanku. Ia selalu sabar terhadap segala tingkah lakuku dan tak pernah sekalipun bernada tinggi terhadapku. Setelah mengusap air matanya, ibu mengajakku untuk makan siang bersama di meja makan. Suasana dramatis tadi masih saja terbawa hingga ke meja makan. Terkadang aku berkelakar agar air matanya sedikit tertahan. Ibu adalah pahlawanku dan juara dunia yang takkan tergantikan.

Contoh 2 :

Sambutan Hangat dari Sang Bunda

Pukul 04.00 WIB dini hari di dalam bus menuju terminal Raja Basa kota Bandar Lampung. Sadarku tergugah ketika seorang teman perjalanan dari Bandung membangunkanku untuk shalat subuh. Aku berterima kasih padanya karena terlah mengingatkanku untuk shalat. Kuambil debu secukupnya untuk bertayamun dan tak lama kemudian aku melaksanakan shalat di atas tempat dudukku. Kira-kira sekitar setengah jam lagi bus ini akan tiba di terminal induk kota Bandar Lampung yang telah lama tak kujumpai ini. Sesampainya di terminal, aku memesan taksi untuk menuju ke daerah Rawa Laut, Bandar Lampung. Sekitar 20 menit kemudian aku tiba di rumah dan kuketuk pintu dengan perlahan. Kuasumsikan bahwa ayah masih berada di masjid dan bunda pasti ada di dalam.

Baca Juga:   Contoh Kata Sandang dan Pengertiannya

Pintu rumah kuketuk dengan perlahan dan kuucapkan salam dengan nada terburu-buru. Aku begitu lelah dan sangat rindu dengan kedua orang tuaku. Cukup lama juga kurasa aku berada di depan pintu rumahku sendiri menunggu bunda datang dan menyambutku. Harapanku mulai terkabul, sesosok wanita dengan jilbab ungu yang masih mengenakan bawahan mukena menyembul keluar dari arah pintu samping rumah. Wajahnya yang sembab dan sayu dengan mengenakan setengah kelengkapan mukena itu terkejut sekaligus bahagia melihatku. Ia menghampiri dan seketika memelukku dengan penuh kasih sayang. Kuciumi pipi dan keningnya yang telah berkerut tipis. Tak lama kemudian, wanita yang kusapa dengan panggilan bunda ini menyuruhku untuk masuk ke dalam.

Bunda menyeduhkan teh hijau untukku. Rasa lelahku seketika lenyap hanya dengan bertemu bunda. Dua tahun sudah kami tidak bertemu. Aku dan bunda berbincang tentang banyak hal. Termasuk rencana kepindahan kerja ku ke Bandar Lampung. ibu hanya tersenyum menanggapi hal tersebut. Bunda mengatakan padaku bahwa dirinya hanya bisa mendukung dan mendoakan yang terbaik untukku. Tak lama kemudian ayah datang dan menghampiriku. Ayah baru saja dari masjid sejak subuh tadi. Kebiasaannya adalah menunggu waktu ishraf dan shalat dua rakaat sebelum pulang. Kira-kira sampai pukul 06.00 WIB ia berada di masjid. Tak terasa aku dan Bunda telah berbincang cukup lama. Bunda yang kulihat dua tahun lalu dan saat ini tak ada perubahan sedikitpun baik dalam hal fisik maupun karakter. Wajahnya tetap cantik meskipun telah termakan usia. Ia adalah wanita yang seumur hidupnya tak pernah berkata kasar dan sangat baik kepada semua orang. Aku sangat menyayangi bunda. Janjiku dan tekadku adalah sekuat mungkin untuk bisa membahagiakan bunda di sisa usianya.

Baca Juga:   Contoh Teks deskripsi Tentang Kucing dalam Bahasa Indonesia

Baca Juga:

Pengertian dan 2 Contoh Teks Eksposisi Argumentatif
Pengertian dan 2 Contoh Teks Eksposisi Perbandingan
4 Contoh Paragraf Sebab Akibat & Pengertiannya

No Responses

Reply