4 Contoh Paragraf Kausalitas & Pengertiannya

4 Contoh Paragraf Kausalitas & Pengertiannya – Paragraf kausalitas adalah jenis paragraf induktif yang di dalamnya memuat unsur sebab-sebab dan akibat terhadap suatu hal. Paragraf kausalitas terdiri atas kalimat-kalimat penjelas di awal paragraf dan kalimat utama di akhir paragraf. Sebab-sebab dalam paragraf terdapat dalam kalimat-kalimat penjelas, sedangkan bagian akibatnya terdapat pada kalima utama. Kalimat utama memuat gagasan pokok paragraf atau ide pokok pada paragraf. Berikut beberapa contoh paragraf sebab-akibat beserta penjelasannya :

Contoh 1 :

Ihda adalah anak yang rajin mengaji dan menghapal Al-Qur’an. Sejak kecil ia bercita-cita ingin menjadi hafidzhah di usia muda. Ia menargetkan dirinya mampu hapal Al-Qur’an sebanyak 30 juz. Sejak duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar Ihda memulai hapalan Al-Qur’an dimulai dari juz 1. Setiap pagi seusai shalat subuh ia membuka kitab sucinya dan mulai mendisiplinkan diri untuk menghapal Al-Qur’an 1 ayat. Sore harinya ia mengulang satu ayat yang telah ia hapal di pagi hari. Bertahun-tahun ia disiplinkan dirinya untuk melakukan hal tersebut. Motivasi untuk menghapal semakin bertambah ketika ia mengetahui bahwa kelak seorang anak yang hapal Al-Qur’an akan mengenakan jubah kemuliaan untuk kedua orang tuanya. Bertahun-tahun sudah Ihda merutinkan hapalan Qur-annya. Tanpa kenal lelah dan bosan ia senantiasa menghapal dan mengulang hapalannya. Beberapa tahun kemudian Ihda mampu menggenapkan hapalan Qur’annya sebanyak 30 juz. Ia mampu menghatamkan hapalan ketika duduk di bangku kelas 3 SMA. Ketika seleksi beasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) lewat jalur hafidz / hafidzah mulai dibuka, ia mencoba mengikuti program tersebut. Alhasil ia diterima di sembilan PTN terkemuda di Indonesia dan bebas memilih Universitas dan program jurusan yang ia minati.

Baca Juga:   Contoh Naskah Drama 5 Orang Cerita Rakyat

Penjelasan :

Contoh paragraf di atas menyatakan sebab-akibat yang ditunjukkan pada kalimat-kalimat penjelas yang berisikan sebab-sebab mengapa tokoh Ihda bisa mendapatkan beasiswa masuk PTN terkemuka di Indonesia. Kalimat utama di akhir paragraf menyatakan akibat yang didapatkan oleh tokoh Ihda karena ia senantiasa rajin dan tekun dalam menghapal Al-Qur’an. Hubungan kausalitas diantara kalimat penjelas dan kalimat utama tersebut membuktikan bahwa paragraf di atas adalah paragraf sebab-akibat (kausalitas).

Selanjutnya perhatikan contoh paragraf kausalitas pada contoh 2 – 4 berikut :

Contoh 2 :

Dodi adalah anak yang sangat nakal dan pemalas. Selama duduk di bangku SMA, ia tak pernah sekalipun mengerjakan tugas sekolahnya. Dodi tergolong anak yang brutal dan ditakuti oleh teman-temannya di sekolah. Ia selalu memaksa beberapa teman-teman yang ia anggap pintar untuk mengerjakan semua tugas-tugas sekolahnya. Dodi juga tidak pernah membawa buku-buku serta peralatan sekolah lainnya ke sekolah. Dalam hal urusan latihan dan tugas, ia selalu memaksa teman-temannya untuk mengerjakan semua pekerjaannya. Dodi terkenal sangat nakal, ia tak takut dengan siapapun. Bahkan guru di sekolah pun seringkali ia hardik ketika hendak menegur atau memarahinya. Suatu ketika seorang guru yang bernama Par Ardi menegur Dodi yang ketahuan membawa sebungkus rokok di dalam tasnya. Ketika guru tersebut memarahinya, Dodi tak terima. Ia pun memukul Pak Ardi tepat di pipi sebelah kanannya. Kepala Sekolah yang mengetahui hal tersebut sangat marah dan memutuskan untuk mengeluarkan Dodi dari sekolah karena perbuatannya yang tidak bisa ditolerir lagi. Pak Ardi membujuk bapak Kepala Sekolah untuk dapat memaafkan kesalahan Dodi. Akan tetapi kesalahan Dodi amatlah fatal karena telah berani memukul seorang guru. Akhirnya Dodi dikeluarkan dari sekolah tanpa mendapatkan rekomendasi untuk bisa pindah ke sekolah lainnya.

Baca Juga:   31 Contoh Pantun Cinta Romantis Gombal

Contoh 3 :

Santi dikenal sebagai anak yang sangat suka makan. Dalam sehari ia mampu menghabiskan delapan piring nasi beserta lauk-pauknya. Belum lagi kebiasaannya memakan makanan ringan yang sulit ia hentikan. Sebenarnya kebiasaan makan berlebihnya ini baru saja ia lakukan selama 3 minggu terakhir. Entah apa yang membuatnya ingin selalu makan dan terus merasa lapar. Orang tua Santi menasehatinya agar tidak terlalu banyak makan karena tidak baik untuk kesehatannya. Santi mengiyakan nasehat orang tuanya. Namun godaan akan makan tak bisa ia hindari. Ia masih saja makan dengan porsi berlebih dan meneruskan kebiasaan mengonsumsi makanan ringan. Akibatnya dalam jangka waktu 2 bulan, berat badannya telah mencapai angka 100 kg dan kini Santi ia telah mengalami obesitas yang cukup akut.

Contoh 4 :

Paman Soeryono adalah seorang pemabuk berat. Ia mampu menghabiskan sepuluh botol minuman beralkohol setiap harinya. Jika tak memiliki cukup uang untuk membeli minuman, ia seringkali mencuri sepeda motor dan barang berharga lainnya. Anak dan istrinya tidak ia pedulikan. Padahal mereka sangat membutuhkan sosok kepala keluarga yang mampu bertanggungjawab untuk menafkahi mereka. Keluarga besar paman Soeryono termasuk ayah telah lama menasehati paman untuk dapat meninggalkan kebiasaan tak baiknya. Namun semua nasehat tersebut tak mampu membuat dirinya menjadi lebih baik. Jika telah mendapatkan barang curian, paman langsung menjualnya. Uang hasil curian ia gunakan untuk membeli minuman dengan jumlah yang sangat banyak. Terkadang ia juga menjual kembali minuman yang telah ia beli kepada teman-temannya. Tak hanya sebagai konsumen miras, paman juga sesekali terjun ke dalam bisnis minuman haram ini. setiap malam paman dan teman-temannya berpesta miras di alun-alun balai desa. Di bawah pengaruh miras, ia seringkali mengamuk dan mengganggu warga. Warga pun merasa gelisah akan kelakuan paman dan melaporkannya ke pihak yang berwajib. Awalnya paman hanya diberi pengarahan oleh kepolisian karena menganggu ketertiban, namun kejahatan yang ia lakukan yakni mencuri dan bisnis minuman kerasnya terbongkar pada saat pemeriksaan terhadap dirinya. Akhirnya paman harus rela tinggal di penjara dalam beberapa waktu yang telah ditentukan oleh pengadilan akibat perbuatannya.

Baca Juga:   Pengertian dan 4 Contoh Paragraf Ilustrasi

Baca Juga:

54 Contoh Kalimat Predikat & Pengertiannya
Pengertian, Jenis Kalimat Perintah, dan Contohnya
Pengertian Subjek, Predikat, dan Objek & Contohnya

No Responses

Leave a Reply