Contoh Paragraf Deduktif & Definisinya

Posted on

Contoh Paragraf Deduktif & Definisinya – Paragraf deduktif ialah paragraf yang ide pokok atau gagasannya terletak di awal paragraf. Ide pokok dalam paragraf deduktif termuat dalam kalimat utama yang berada di awal kalimat paragraf. Paragraf ini berpola umum khusus yang berarti bahwa pernyataan bersifat umum berada di awal kalimat dan kalimat-kalimat berikutnya adalah kalimat penjelas yang berisikan rincian, contoh, bukti, dan segala hal yang menunjang penjelasan dari kalimat utama.

Contoh Paragraf Deduktif

Contoh 1:

Pantai Kute Bali hingga kini masih menjadi destinasi wisata favorit bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Hal tersebut bukanlah sebuah isapan jempol semata. Aku sendiri telah membuktikannya meskipun tak disertai dengan berbagai data-data kualitatif. Tahun lalu aku pernah mengunjungi pantai Kute di pulau Bali. Di sana aku menyaksikan sendiri betapa banyaknya orang asing yang datang ke tempat tersebut. Beberapa diantaranya yang kutemui dan yang kuajak mengobrol adalah wisatawan asing dari Norwegia, Australia, dan Perancis. Aku sekedar menyapa dan sekaligus menguji kemampuan berbahasa asingku. Mereka mengaku senang mengunjungi pulau cantik ini. Selain itu tentu saja wisatawan domestik yang kepahami sebagai saudara sebangsa dan setanah air juga banyak yang datang ke pulau Bali khususnya ke Pantai Kute ini.

Penjelasan:

Ide pokok paragraf pada alenia di atas termuat dalam kalimat utama “Pantai Kute Bali hingga kini masih menjadi destinasi wisata favorit bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.” Selanjutnya pada kalimat-kalimat berikutnya merupakan kalimat penjelas yang menyajikan penjabaran tentang ide pokok yang termuat dalam kalimat penjelas. Pola umum khuhus juga ditunjukkan pada kalimat utama yang menyatakan bahwa pantai Kute Bali masih masih dikunjungi oleh wisatawan domestik dan mancanegara. Selanjutnya dijelaskan pada kalimat penjelas mengenai wisatwan domestik dan mancanegara.

Contoh 2:

Di Pondok Pesantren Modern para santri bisa mempelajari banyak hal. Tak hanya berkutat dalam keilmuan agama saja, namun dalam sistem pembelajarannya juga terintegrasi dengan kurikulum nasional. Dalam aspek keilmuan agama para santri diajarkan tentang Aqidah, Fiqih, Tarikh, Bahasa Arab, Hadist, dan sederet cabang keilmuan agama lainnya. Disamping itu mereka juga tetap mempelajari mata pelajaran yang diajarkan oleh sekolah pada umumnya seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan lain sebagainya. Di bidang lain, para santri juga mempelajari bagaimana cara berpidato, berbahasa asing, berdiplomasi, berorganisasi dan lain sebagainya. Di Ponpes modern juga terdapat berbagai kegiatan ekstrakulikuler diantaranya adalah sepak bola, tenis meja, badminton, olimpiade sains, jurnalistik, dan masih banyak lagi.

Penjelasan:

Pada paragraf di atas kalimat utama ditunjukkan pada kalimat “Di Pondok Pesantren Modern para santri bisa mempelajari banyak hal”. Kalimat tersebut berpola umum khusus yang ditunjukkan pada kalimat utama yang belum menjelaskan secara spesifik mengenai apa saja yang bisa dipelajari oleh para santri di pondok pesantren modern. Selanjutnya pada kalimat-kalimat berikutnya menjelaskan mengenai apa saja yang bisa dipelajari oleh para santri ketika menimba ilmu di pondok pesantren modern.

[sc:ads]

Contoh 3:

Berbagai tayangan acara di televisi dewasa ini sudah sangat memprihatinkan. Dalam sinetron misalnya, kebanyakan menceritakan tentang perselingkuhan, perebutan harta, dan perseteruan jahat lainnya. Adapula sinetron segmentasi remaja yang mempertontonkan hedonisme, kenakalan remaja, pacaran, perkelahian, dan sejumlah perilaku buruk lainnya yang semestinya tak layak untuk ditonton. Dewasa ini sinetron tak lagi menjadi tontonan yang bersifat tuntunan bagi masyarakat. Belum lagi acara-acara reality show yang mengumbar aib, acara musik yang mempertontonkan aurat wanita, dan masih banyak lagi. Stasiun televisi tak mampu mempertahankan acara-acara yang mendidik untuk ditayangkan secara terus menerus di luar bulan Ramadhan. Seolah layar televisi hanya terlihat bersinar dan terasa sejuk pada saat bulan Ramadhan dan tidak untuk bulan-bulan lainnya.

Penjelasan:

Kalimat utama pada paragraf di atas letaknya berada di kalimat pertama yakni “Berbagai tayangan acara di televisi dewasa ini sudah sangat memprihatinkan” dan memuta gagasan pokok dalam paragraf. Paragraf tersebut juga berpola umum khusus yang ditunjukkan pada kalimat utama yang bersifat umum dan kalimat berikutnya yang berfungsi sebagai penjelas terhadap kalimat utama.

Contoh 4:

Di Bulan suci Ramadhan banyak hal dapat dilakukan yang tentunya bernilai pahala ibadah. Tentu tak hanya berpuasa saja ibadah yang bisa kita kerjakan. Mengingat puasa di bulan tersebut bersifat wajib untuk dilakukan sama halnya seperti sholat 5 waktu. Di bulan Ramadhan segala bentuk ibadah bernilai pahala yang besar dan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Ibadah sunnah yang diutamakan di bulan ini adalah sedekah dan tilawah Al qur’an. Selain itu juga amalan-amalan yang dilakukan di bulan Ramadhan meskipun hanya sebatas tersenyum kepada orang lain yang hanya terhitung sebagai amalan ibadah yang ringan, akan tetapi tetap mendapatkan pahala yang baik di sisi Allah SWT.

Penjelasan:

Paragraf di atas merupakan jenis paragraf deduktif yang ditunjukkan dengan adanya gagasan utama yang terletak di awal kalimat. Gagasan utama tersebut termuat di dalam kalimat utama yakni “Di Bulan suci Ramadhan banyak hal dapat dilakukan yang tentunya bernilai pahala ibadah.” Kalimat utama dalam pararaf bersifat umum yang menunjukkan bahwa paragraf di atas berpola umum – khusus. Pada kalimat lainnya bersifat sebagai penjelas yang merincikan serta menjelaskan segala bentuk amalan ibadah yang dapat dilakukan di bulan Ramadhan.

Sumber:
http://www.kelasindonesia.com/2015/02/definisi-contoh-kalimat-deduktif-induktif-dan-campuran-dalam-bahasa-indonesia.html

Baca Juga:

  1. Contoh Paragraf Induktif, Jenis, & Definisinya
  2. Pengertian Paragraf, Jenis, dan Contohnya
  3. 45 Contoh Kalimat Definisi & Pengertiannya