Definisi dan Penjelasan Sukesi Primer dan Sekunder

Definisi dan Penjelasan Sukesi Primer dan Sekunder – Suksesi ialah suatu perkembangan komunitas yang dalam proses terjadinya melewati beberapa tahapan tertentu. Suksesi terbagi atas dua buah tipe, diantaranya ialah suksesi primer dan sekunder. Individu yang terdapat dalam sebuah populasi pada cakupan ekosistem akan senantiasa tumbuh dan berkembang. Hal ini dipengaruhi oleh adanya perubahan yang terjadi pada populasi yang turut menstimulasi perubahan dalam komunitas. Perubahan-perubahan tersebut juga berpengaruh pada perubahan ekosistem. Perubahan tersebut akan berakhir manakala ekosistem telah berada pada titik keseimbangan. Kondisi tersebut merupakan titik puncak atau klimaks dari suatu ekosistem. Jika sebuah ancaman baru datang, maka keseimbangan ekosistem akan memulai peremajaan kembali menjadi keseimbangan yang baru. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sukesi merupakan perubahan yang senantiasa berlanjut selama ekosistem masih ada.

Pertumbuhan serta perkembangan ekosistem menuju ke arah kematangan dan keseimbangan disebut dengan suksesi ekologis. Suksesi dapat terjadi sebagai bentuk akibat dari adanya modifikasi lingkungan fisik yang berada dalam cakupan ekosistem ataupun komunitas tertentu. Prosesi suksesi akan berakhir dengan adanya sebuah ekosistem klimaks atau dapat dikatakan sebagai kondisi keseimbangan (homeostatis). Suksesi terbagi atas dua macam, diantaranya ialah suksesi primer dan sekunder. Penjelasannya adalah sebagai berikut :

Baca Juga:   Pengertian dan 26 Contoh Majas Sinekdoke Totem Pro Parte

A. Suksesi Primer

Sukesi primer ialah lahirnya sebuah komunitas baru di sebuah wilayah yang belum terdapat suatu komunitas. Sukesi primer terjadi jika pada suatu wilayah telah terganggu yang berujung pada hancurnya komunitas sebelumnya secara keseluruhan sehingga wilayah tersebut berpotensi untuk lahir sebuah komunitas baru. Ancaman atau gangguan dapat terjadi secara natural (alamiah), misalnya saja endapan lumpur, tanah longsor, meletusnya gunung merapi, pasir pantai yang mengendap, dan lain sebagainya. Gangguan atau ancaman juga sangat mungkin terjadi akibat ulah manusia seperti aktivitas penambangan semisal penambangan emas, minyak bumi, batubara, timah, besi, pasir, dan lain sebagainya. Suksesi primer yang terjadi di Indonesia salah satunya adalah meletusnya gunung Krakatau pada tahun 1883.

Di sekitar wilayah letusan gunung Krakatau pada awalnya muncul beberapa pioner salah satunya adalah liken / lumut kerak dan sejumlah tumbuhan sejenisnya yang tahan terhadap iklim kering dan sinar matahari. Tumbuhan yang juga disebut sebagai tumbuhan perintis tersebut selanjutnya melakukan pelapukan terhadap bebatuan serta lahan, sehingga mulai terbentuklah unsure tanah yang baru meski sederhana. Pada saat lumut mati, maka akan terurai oleh bakteri pengurai. Zat yang telah terbentuk karena aktivitas bakteri pengurai turut menjadikan hasil pelapukan bebatuan menjadi tanah yang kompleks. Dengan adanya media tanah yang sempurna, maka benih tumbuhan akan dapat tumbuh subur sehingga muncullah organisme-organisme baru. Inilah awal mula kehidupan baru melalui suksesi.

Baca Juga:   Contoh Soal Ujian Nasional Bahasa Inggris SMP Terbaru

Ketika kehidupan baru mulai bertumbuh, rerumputan dan belukar dengan akar-akarnya senantiasa melakukan pelapukan lahan. Pada bagian tumbuhan yang mati selanjutnya akan diuraikan oleh bakteri dan jamur. Hal tersebut menjadikan tanah semakin subur dan tumbuhlah organisme rumput dan belukar yang baru sehingga terjadilah kompetisi. Semak dan belukar yang mendominasi wilayah akan semakin bertumbuh hingga menjadi hutan. Pada saat itulah ekosistem telah mencapai kesetimbangan (klimaks). Proses tersebut tidak serta merta merubah tatanan ekosistem karena perubahan yang terjadi tidak secara signifikan. Contoh suksesi ini adalah gunung berapi yang meletus. Wilayah sekitar letusan akan mengalami kerusakan dan mematikan seluruh organisme yang hidup. Akan tetapi lambat laun wilayah tersebut akan ditumbuhi oleh organisme baru yang dipelopori oleh tumbuhan perintis / lumut kerak (lichenes).

B. Suksesi Sekunder

Suksesi sekunder merupakan proses terjadinya pembentukan kembali sebuah ekosistem yang telag rusak menuju ke kondisi sebelumnya. Suksesi tersebut terjadi dikarenakan peristiwa tertentu semisal perusakan yang dilakukan oleh manusia, kebakaran, dan gempa. Prosesi suksesi sekunder terjadi lebih cepat jika dibandingkan dengan suksesi primer. Hal ini disebabkan karena tidak adanya tahap-tahap khusus pembentukan komunitas baru. Suksesi sekunder akan terjadi apabila suatu komuniyas mengalami ancaman atau gangguan yang terjadi secara alamiah ataupun buatan.

Baca Juga:   Pengertian dan 25 Contoh Majas Anafora

Secara teknis gangguan tersebut tidak serta merta menghancurkan wilayah tumbuh organisme secara menyeluruh, sehingga masih terdapat kehidupa di dalamnya. Contoh dari suksesi sekunder ialah gangguan alamiah seperti misalnya kebakaran, banjir, angin putting beliung, abrasi, gempa bumi, dan lain sebagainya. Akan tetapi dapat pula terjadi karena aktivitas manusia misalnya penebangan secara liar dan pembakaran hutan yang disengaja. Beberapa contoh suksesi di wilayah Indonesia diantaranya ialah padang ilalang, tegal-tegalan, bekas kebun karet yang tertinggalkan dan tak terurus, semak belukar bekas penanaman lahan, dan masih banyak lagi.

Sumber :
http://www.biomagz.com/2016/03/suksesi-pengertian-dan-contoh-suksesi.html

Baca Juga:

Definisi dan Pembagian Tipe Ekosistem Perairan
Definisi, Ciri, & Tipe Ekosistem Darat
Komponen Abiotik – Definisi, Contoh, & Penjelasan Lengkapnya

Leave a Reply