Definisi Kehamilan & Fase-Fase Peristiwanya

Definisi Kehamilan & Fase-Fase Peristiwanya – Kehamilan adalah proses berkembangnya embrio di dalam uterus (rahim) yang dimulai sejak fertilisasi sampai tiba masa kelahiran. Pada umumnya proses kehamilan berlangsung selama Sembilan bulan atau setara dengan 38 minggu. Pada saat proses kehamilan berlangsung, beberapa peristiwa yang berada pada serangkaian proses tersebut diantaranya ialah perkembangan embrio, plasenta, tali pusar, dan membrane embrio. Penjelasan selengkapnya adalah sebagai berikut :

1. Perkembangan Embrio di Dalam Uterus

Proses perkembangan embrio diawali ketika telur telah dibuahi oleh sel sperma yang membentuk zigot. Zigot yang telah terbentuk selanjutnya digerakkan oleh silia yang berada pada oviduk hingga menuju uterus. Selanjutnya zigot akan bergerak dan melakukan pembelahan sel setelah 24 jam berlalu. Zigot dari oviduk akan menuju ke uterus dan membutuhkan waktu sekitar 3 – 5 hari. Zigot yang telah dibuahi oleh sperma kemudian akan mengalami proses pembelahan sel menjadi berbagai macam sel yang membentuk kelompok sel baru. Kelompok sel tersebut membentuk benda bundar yang menyerupai buah murbai yang dinamakan dengan stadium morula. Morula ini menempatkan diri pada bagian bawah mukosa Rahim yang dibatasi oleh sebuah lapisan yang dinamakan zona pelusida.

Pada perkembangan berikutnya, morula membentuk semacam bola berongga yang dinamakan blastosit. Pada akhirnya blastosit akan mengalami diferensiasi hingga menjadi tiga bagian diantaranya ialah menjadi tropoblas (sel-sel bagian terluar), blastocoel (rongga berisi cairan), dan embrioblas (sel-sel bagian dalam). Perubahan morula hingga menjadi blastosit disebut sebagai proses blatulasi. Blastosit selanjutnya akan mulai bergerak turun menuju uterus dan membenamkan diri sampai pada bagian endometrium. Proses pembenaman blastosit pada endometrium ini dinamakn dengan implantasi. Implantasi dapat terjadi akibat sel trofoblas yang mengeluarkan enzim proteolitik.

Baca Juga:   4 Contoh Pengumuman Kerja Bakti di Sekolah

Pada prosesi berikutnya embrioblas yang telah terbentuk akan membelah dan membentuk sekelompok sel yang sedikit menonjol (bintik benih). Sel-sel trofoblus akan menghasilkan sebuah cairan yang memisahkan trofoblas dengan bintik benih. Cairan tersebut semakin lama akan semakin luas jangkauannya. Akan tetapi diantara bintik benih dan trofoblas satu sama lain masih terikat pada sebuah wadah yang disebut dengan selom. Peristiwa ini dinamakan dengan stadium blastula.

Setelah blastula terbentuk, berikutnya akan terjadi gastrulasi / gastrula. Kondisi stadium ini menjelaskan situasi pertumbuhan sel yang berbeda pada bintik benih/ sel-sel tersebut membelah diri sehingga membentuk lapisan sel-sel yang sifatnya berlainan. Diantaranya ialah membentuk ekstoderm (lapisan luar / lapisan sel yang dekat dengan tropoblas), endoderm (lapisan sel yang menjorok ke bagian dalam ruangan eksoselom), dan lapisan tengah yang disebut sebagai mesoderm. Pada perkembangan lanjutan dari embrio, lapisan endoderm akan mengembang menjadi pembatas diantara alat pernapasan, epitelium gastrointestinum, dan beberapa organ lainnya. Lapisan mesoderma selanjutnya akan membentuk peritoneum, tulang, otot, dan jaringan ikat. Sedangkan pada lapisan ektoderma akan mengembang memebntuk bagian sistem saraf dan bagian kulit.

2. Proses Terbentuknya Membran Embrio

Pada saat proses perkembangan embrio, selanjutnya akan mulai terbentuk membran embrio. Membrane-membran yang terbentuk di bagian luar memiliki fungsi protektof untuk melindungi embrio serta sebagai penyedia cadangan makanan. Membran-membran tersebut tektsurnya terdiri atas komposisi kantung kuning telur, korion, amnion, serta allantois. Penjelasannya adalah sebagai berikut :

Baca Juga:   Jenis Adaptasi Pada Tumbuhan Dan Penjelasannya Masing-Masing

a. Kantung kuning telur

Kantung kuning telur adalah membran yang dibatasi oleh adanya lapisan endoderm. pada manusia, kantung ini memiliki fungsi sebagai media pembentukan darah. Disamping itu, pada bagian dalam kantung kuning telur terdapat sel-sel yang nantinya akan mengalami perkembangan sehingga menjadi oogonium atau spermatogonium setelah bayi tumbuh menjadi individu dewasa.

b. Amnion Membran

Amnion membrane adalah membrane yang memiliki fungsi protektif terhadap embrio ketika menjalani proses pertumbuhan. Amnion akan menyelimuti embrio dengan tujuan untuk membentuk ruangan yang berisi cairan. Cairan tersebut dinamakan amnion. Cairan ini berfungsi sebagai pelindung embrio dari gesekan, benturan, dan sebagai pengatur suhu tubuh embrio.

c. Korion

Korion ialah derivate (turunan) yang berasal dari perkembangan mesoderma trofoblas dan ektoderm. Korion adalah bagian utama dari plasenta yang menyelimuti kantung kuning telur dan amnion.

d. Alantois

Alantois ialah membran berbentuk vasikuler berukuran kecil yang berperan sebagai wadah pertama dimana darah mulai terbentuk. Fungsi allantois adalah sebagai proses respirasi, ekskresi, dan saluran makanan.

3. Terbentuknya Plasenta

Plasenta secara umum lebih dikenal dengan sebutan tembuni atau ari-ari. Plasenta terbentuk pada bulan ketiga pada proses kehamilan. Plasenta berbentuk pipih yang berasal dari perkembangan sebagian endometrium dan korion. Fungsi utama dari plasenta ialah :

– Sebagai wadah difusi oksigen dan makanan untuk janin
– Sebagai wadah berdifusi sisa metabolisme janin
– Sebagai tempat cadangan makanan dalam bentuk protein, kalsium, besi, dan karbohidrat.
– Sebagai penghasil hormon yang diperlukan sebagai pengatur proses yang terjadi selama kehamilan.

4. Tali Pusar

Pada saat embrio mengalami proses tumbuh dan berkembang, korion mengalami pertumbuhan yang pada strukturnya berbentuk seperti jari-jemari. Struktur seperti jari-jari ini disebut dengan vili korion. Vili korion banyak mengandung pembuluh darah pada janin yang berasal dari anatois. Vili korion yang sebantiasa mengalami pertumbuhan selanjutnya akan terendam pada sebuah ruangan yang di dalamnya terkadnung darah ibu yang dinamakan ruang intervili. Dengan kondisi semacam ini, maka darah yang berasal dari ibu akan saling berdekatan dengan darah milik janin. Meskipun demikian, darah janin dan ibu tidak akan bercampur-baur.

Baca Juga:   Soal Biologi Kelas XI SMA Tentang Sel dan Kunci Jawaban

Fungsi utama dari vili korion adalah sebagai wadah terjadinya pertukaran oksigen serta makanan yang berasal dari darah ibu menuju ke bayi. Makanan yang berasal dari pembuluh darah vili selanjutnya akan disirkulasikan menuju vena umbilicus atau yang disebut sebagai pusar. Sedangkan sisa-sisa metabolism yang berasal dari tubuh bayi selanjutnya akan dikeluarkan melalui arteri umbikulus dan berdifusi menuju bagian darah ibu.

Lapisan terluar amnion yang membentuk tali pusar mengandung vena umbilicus dan arteri umbilikus. Tali pusar juga turut diperkuat oleh sebuah jaringan ikat pipih yang berasal dari allantois. Ketika bayi telah lahir, tali pusar masih akan tetap menempel pada perut hingga beberapa hari sampai membentuk bekas pusaran.

Sumber :
Bachtiar, Suaha. 2011. Biologi untuk SMA / MA Kelas XI. Jakarta : PT. Sarana Panca Karya Nusa

 

Baca Juga:

 

Soal Biologi Kelas 11 SMA Tentang Sistem Pernapasan & Kunci Jawaban
Sistem Pernapasan pada hewan Vertebrata (Ikan, Amphibi, Reptil, Burung)
Mekanisme Pernapasan Manusia (Inspirasi & Ekspirasi) & Uraian Detailnya

Leave a Reply