Fungsi Tulang & Hubungan Antar Tulang

Posted on

Fungsi Tulang & Hubungan Antar Tulang – Tulang merupakan kumpulan jaringan yang susunannya terdiri atas sel yang didominasi oleh matrix kolagen ekstraselular. Matrix kolagen ekstraselular yang disebut sebagai osteoid ini menjadikan tekstur tulang menjadi kuat dan kokoh. Hal tersebut terjadi sebagai akibat dari adanya proses termineralisasinya osteoid oleh deposit kalsium hydroxiapatite.

Tulang dalam terdiri atas beberapa jenis yang menjadi kesatuan sehingga mampu membentuk serta mengokohkan tubuh. Masing-masing tulang memiliki keterkaitan atau hubungan satu sama lain sehingga menjadikannya mampu bergerak. Hubungan antar tulang yang memungkinkan untuk menghasilkan gerakan ini diantarai oleh adanya persendian. Persendian tersusun atas beberapa bagian yang mengokohkan atau memperkuat sendi serta memudahkan tubuh dalam melakukan aktivitas gerak. Susunan tersebut diantaranya ialah ligament, cairan sinovial, kapsul, dan membrane sinovial. Beberapa penjelasan atas susunan persendian tersebut diantaranya ialah :

1. Ligamen

Ligament merupakan jaringan ikat yang berperan sebagai perekat antara tiap-tiap ujung tulang dari arah luar. Ligament dapat dimisalkan seumpama karet yang menikat kedua ujung tulang terhadap satu hubungan tulang. Secara fungsional, jaringan ikat ini juga berperan dalam pencegahan terhadap resiko terkilirnya tulang (dislokasi).

2. Kapsul

Kapsul adalah lapisan serabut yang menyelimuti persendian dan selanjutnya menghubungkannya secara bersamaan. Pada bagian dalam kapsul inilah, sendi-sendi membentuk semacam rongga.

3. Membran Sinovial dan Cairan Sinovial

Di dalam kapsul terdapat semacam selaput yang menjadi pembatas antara permukaan dan bagian dalam. Pada bagian dalam selaput ini terdapat selapis membran tipis yang dinamakan dengan membran sinovial. Membran ini mampu mensekresikan cairan sinovial yang berfungsi sebagai pelumas bagi tulang.

[sc:ads]

4. Tulang Rawan Hialin

Bagian ujung tulang terutama pada hubungan sinovial diselimuti oleh semacam lapisan tulang bawah hialin. Tulang rawan hialin dan cairan sinovial memproteksi bagian-bagian yang terdapat pada ujung tulang. Hal tersebut memungkinkan untuk menghasilkan gerak bebas pada tulang rawan. Hubungan antar tulang terbagi atas beberapa jenis jika didasarkan pada bias atau tidaknya tulang untuk digerakkan. Beberapa jenis hubungan antar tulang rawan tersebut diantaranya ialah diartrosis, sinartrosis, dan amfiartosis. Penjelasan selengkapnya mengenai berbagai jenis hubungan antar tulang rawan tersebut ialah sebagai berikut :

a. Diartosis

Diartosis ialah gerak tubuh yang secara umum merupakan gerakan yang muncul karena adanya hubungan sonovial. Diartosis secara prosesi, turut mempermudah tulang untuk melakukan pergerakan dengan terdapatnya struktur seperti halnya kapsul serta cairan sinovial. Pergerakan yang terjadi juga didukung oleh adanya bentuk-bentuk tertentu dari berbagai ujung tulang. Jika didasarkan pada arah gerakannya, diartosis dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam, diantaranya ialah :

– Sendi Peluru / Endartosis

Sendi peluru / endartosis merupakan sendi yang terdapat pada kedua ujung tulang yang berlawanan. Pada salah satu ujung sendinya berbongkol sedangkan sisi lainnya berbentuk lekukan. Pada bagian ujung yang berbongkol, bentuknya menyerupai peluru sehingga disebut sebagai sendi peluru.

– Sendi Engsel

Sendi engsel ialah bagian ujung tulang yang saling berkaitan / berhubungan yang terdiri atas lekukan dan bongkolan. Pada sendi ini, bagian lekukan tidak terlalu dalam. Disamping itu pada bagian tertentu terdapat struktur pengganjal yang menjadikan gerak hanya dapat dilakuan pada satu arah. Misalnya saja pada bagian siku atau lutut.

– Sendi Putar

Sendi putar memungkinkan untuk melakukan gerakan memutar yang disebabkan oleh tempat kedudukan antar tulang. Gerak ini disebut dengan gerak memutar / rotasi. Misalnya saja yang terjadi pada tulang hasta dan pengumpil yang mampu melakukan gerak rotasi karena adanya sendi putar.

– Sendi Pelana

Pada bagian ujung tulang diantara ibu jari tangan serta telapak tangan membentuk pelana antara yang satu dengan lainnya. Gerak yang terjadi ialah gerakan dua arah (kea rah depan dan belakang / ke arah kiri ataupun kanan). Mediator penghubung dalam hal ini ialah sendi pelana.

b. Amfiartosis

Amfiartosis ialah keterhubungan / keterkaitan tulang yang memungkinkan terdapatnya gerakan meskipun sangat sedikit. Amfiartosis ini dihubungkan oleh kartilago. Misalnya saja hubungan antara tulang iga dengan tulang belakang.

c. Sinartrosis

Hubungan yang berada pada kedua ujung tulang sinartrosis ini disatukan oleh serabut jaringan ikat. Selanjutnya hubungan ini mengalami osifikasi yang menjadikan persendian sinartrosis ini tidal lagi dapat digerakkan. Sebagai contoh hubungan sinartrosis ialah terdapat pada tulang tengkorak.

Sumber :
http://www.aktifbelajar.com/2016/02/jenis-dan-fungsi-serta-pengertian.html