Pengertian dan 54 Contoh Majas Asonasi

Pengertian dan Contoh Majas Asonasi – Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, kite mengenal tentang majas atau gaya bahasa terbagi menjadi beberapa kategori. Diantaranya majas perbandingan, majas pertentangan, majas pengulangan. Kali ini bahasan kita adalag majas pengulangan, adalah majas yang dibuat dengan mengulang-ulang baik huruf, kata atau frasa bertujuan untuk menguatkan maksud untuk meningkatkan nilai estetika dari suatu kalimat. Biasanya majas pengulangan tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, namun terdapat dalam puisi, syair, pantun, dan sebagainya.

Majas asonasi yang termasuk dalam kategori majas pengulangan. Majas asonasi adalah majas yang dibuat dengan mengulang huruf vokal dalam kata pertama pada kata berikutnya. Fungsinya untuk memberikan penekanan, kehalusan, kelembutan, kemerduan, keindahan pada puisi, prosa, pantun yang dibuat. Untuk memahami lebih lanjut, simak contoh-contoh berikut ini.

Contoh :

1) Aku memang jalang dan tak berharga diri.
Yang selalu mengusik diri dengan api.
Menimba api dengan sayatan mimpi.
Aku tercoreng ke lembah ini.
Penjelasan : baris pertama diakhiri kata “diri” memiliki vokal terakhir “i”, baris kedua kata terakhir yaitu api huruf vokal akhirnya juga “i”, baris ketiga pun juga diakhiri dengan “mimpi” yang huruf terakhir huruf vokal “i”, sementara baris keempat juga mengikuti baris-baris sebelumnya yang diakhiri huruf vokal “i”.

2) Buka beta bijak berlagu.
Bukan beta berbuat baru.
Hanya saja tampaklah ungu.
Karena semua terlihat ambigu.
Penjelsan : huruf vokal “u” yang mendominasi setiap akhir dari baris puisi diatas yaitu “berlagu”, “baru”, “ungu”, dan “ambigu”.

Baca Juga:   Simple Past Tense - Penjelasan, Contoh Kalimat, Soal

Selanjutnya perhatikan contoh majas asonansi dalam bait puisi berikut :

3) Bertongkatlah dengan ucapan.
Tasbih ilahi dengan penuh harapan.
Karena nyawamu takkan berkekalan.

4) Terjerat dalam kebingungan.
Waktu yang merenggut manisnya kehidupan.
Mengikis sisa keharmonisan.
Terluis pada akhir goresan.

5) Taruh sepatu di dekat pintu,
Untuk bermain dengan sepatunya.
Tuhan itu ya cuma satu,
Tidak yang lain hanya untuk-Nya.

6) Tak salah memang kau katakan.
Kalau itu saling menguntungkan.
Tetapi ada pihak yang dirugikan.
Ibu mu yang melahirkan.

7) Bukan beta bijak berperi,
Pandai mengubah madah syair.
Bukan bela budak negeri,
Musti menurut undangan mair.

8) Kalau tak ada uang di pinggang.
Sahabat yang karib jadi renggang.
Bumi berpijak rasa terpanggang.
Tangan tak dapat di bawah melenggang.

9) Mungkin cinta ini hanya untukmu.
Tulus dari dalam hatiku.
Mungkin cinta ini telah memilihmu.
Ikhlas tak berbatas waktu.

10) Sebatang rasa memukul asa hati.
Terbalut rindu yang menanti.
Ditepi hari yang sepi.
Ku menunggu obat hati.

11) Hanya lewat guratan kata.
Kuhaturkan segenap rasa.
Yang kupendam dalam puncak asmara.
Takkan hilang dalam hitungan masa.

12) Maafkan aku ibu.
Bait kata ku terlempar untukmu.
Maafkan aku ibu.
Bukan maksudku mengejaimu.

13) Masa demi masa berlalu sudah.
Kemana kaki jalan melangkah.
Liku kehidupan mengukir sejarah.

14) Kaulah pelita dalam hidupku.
Cahaya yang selalu menerangi gelapku.
Darah yang selalu mengalir ditubuhku.

15) Biarkanku disini dalam sendiriku.
Meski asing terdengar ditelingamu.

Baca Juga:   5 Contoh Puisi Doa Untuk Ibu dan Ayah

16) Dalam kesabaran membutuhkan kesadaran.
Dalam kekayaan akan tumbuh kejayaan.

17) Dahulu parang sekarang besi.
Dahulu sayang sekarang benci.

18) Katak merengek ikut meresah.
Menggugah hati kala gelisah.

19) Belajar dengan giat biar ujian nilanya mantab.
Berani berbuat berani bertanggung jawab.

20) Jariku bergetarmengetik rundung piluku.
Saatku balas rasa inginmu.

21) Berbenah dari segala keburukan.
Meningkatkan semua kebaikan.

22) Malam ini begitu menerawang.
Bagaikan gelap tak kunjung terang.

23) Tidak kutampik rasa dihati.
Namun harap lekas kau mengerti.

24) Aku mulai membentangkan sayap kecilku.
Aku mulai membagikan keinginanku.

25) Ketika senja berada di dalam sebuah pelupuk mata.
Saat logika dibunuh oleh harta.

26) Mencinta akan sebuah cita-cita.
Tanpa pernah akan tercipta.

27) Diriku hanya sebuah bayangan gelap.
Dirimu adalah bidadari yang terlelap.

28) Hidup ini adalah sebuah perjalanan untuk pulang.
Dan setiap langkah adalah jejak menuju petang.

29) Izinkan aku keluar dari penjara ini.
Hingga aku bertemu dengan mimpi.

30) Bahagiamu juga bahagiaku,
Air matamu adalah sedihku.

31) Bahwa aku masihlah seseorang yang kau cinta.
Yang tak seorang pun tahu alasannya.

32) Membantu tandingi dera ombak tak terhingga.
Namun rapuh ia telan patah segala.

33) Aku bangga memiliki ibu sepertimu.
Merasakan getaran hatimu dan kasih sayangmu.
Contoh majas asonansi dalam kalimat :
34) Kelam berubah muram kalah suram tak terjamah.
35) Malu aku lukaku kaku beku seperti batu.
36) Mata kita penuh dengan cinta dan cita-cita.
37) Dia yang engkau sayangi yang kau cintai dan kau kasihi.
38) Mungkin aku harus berlalu mengaah pada waktu untuk bertemu sosok yang semu.
39) Rinduku memang hanya untukmu yang selalu semu saat bertemu.
40) Memberatkan diri membuat cemburu yang merindu dan ku biarkan kau menunggu.

Baca Juga:   Berbagai Uraian Cara Penyebaran Tumbuhan Biji

41) Lupakan aku dari mimpimu, lepaskan aku dari batinmu.
42) Ketika gerimis turun berdesir diatas pasir menjadi berair.
43) Engkau beadaya upaya berjuang untuk para penumpang.
44) Pada suatu hari terlihat matahari yang menyinari seluruh negeri.
45) Ingin ku terbang sendiri sayapku hingga pelangi melambungku bersemedi.
46) Saat ia kini datang berdiri dengan riang seperti jadi seorang bintang.
47) Kadang orang berambut pirang, mencabut rumput dalam dengan riang.
48) Sadarkah hidup itu berjuang dari redup jadi terang.
49) Aku pernah lupa indahnya saat pernah bersamanya itulah ranah sebenarnya.
50) Izinkan aku menyayangimu tanpa air mata mencintaimu dengan tertawa menjadi milukmu dan bahagia.

51) Ada kalanya cinta menjadi miliknya bukan cita-cita hanya berita belaka.
52) Harapanku menjadi sia-sia karena kami hanya manusia yang biasa.
53) Wahai kamu cewek manis jangan biarkan dirimu menangis hanya untuk sekedar mengais.
54) Kamu memang harta berharga seperti berita dari surga yang membawa cinta berharga.

Sumber :
http://idontop.com/puisi-kehidupan.html/2

Baca Juga:

Pengertian dan 63 Contoh Konjungsi Temporal
Contoh-Contoh Majas dalam Cerpen Singkat
Pengertian dan Contoh Majas Antitesis

No Responses

Leave a Reply