Proses Reproduksi Bakteri Secara Seksual & Aseksual

Proses Reproduksi Bakteri Secara Seksual & Aseksual – Bakteri merupakan mikroorganisme yang mempunyai ukuran sangat kecil dan tidak dapat di lihat dengan kasat mata secara langsung. Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh ilmuan yang bernama Anton Leeuwenhoek. Dari hasil temuan tersebut menyimpulkan bahwa bakteri mampu membelah diri dalam setiap rentan waktu 20 menit. Dengan demikian dalam skala waktu satu jam bakteri mampu berkembang biak hingga menjadi berjuta-juta sel. Bakteri bereproduksi dengan cara aseksual, yaitu pembelahan biner. Dalam pembelahan biner ini bakteri dapat terbelah atau berkembang biak menjadi dua. Bakteri dalam perkembangbiakannya tidak hanya dengan cara pembelahan biner saja, melainkan dapat berkembang biak secara transformasi, fragmentasi, budding, endospora, transduksi, dan konjugasi.

Secara umum bakteri melakukan reproduksi dengan cara seksual ataupun aseksual. Macam-macam jenis reproduksi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Untuk mengetahui lebih lanjut, maka perhatikanlah penjelasan di bawah ini :

1. Proses Reproduksi Bakteri Secara Seksual

Perkembangbiakan bakteri dengan cara seksual pada prosesinya, melewati beberapa tahapan reproduksi, diantaranya adalah sebagai berikut :

a. Transformasi

Transformasi merupakan salah satu proses perkembangbiakan bakteri yang di dalam tahapannya terjadi siklus perpindahan DNA yang berasal dari sel bakteri donor akan menggantikan sebagian dari kedudukan sel bakteri penerima. Akan tetapi perlu diketahui bahwa proses transformasi ini tidak dapat terjadi melalui kontak secara langsung. Siklus perkembangbiakan transformasi hanya dapat terjadi pada beberapa jenis spesies bakteri saja. Artinya, tidak semua jenis spesies bakteri yang sama dapat melakukan perkembangbiakan secara transformasi.

Baca Juga:   Soal Ujian Nasional Bahasa Inggris Untuk SD Terbaru

b. Transduksi

Transduksi merupakan tahap perkembangbiakan bakteri dengan sistem proses transfer materi genetik dari satu bakteri ke bakteri lainnya, serta dengan bantuan vektor genetik berupa virus yang akan menginfeksi pada bakteri. Pada proses transduksi bakteriofag yang telah berhasil menginfeksi salah satu bakteri, maka tahap selanjutnya akan terjadi perngambilan beberapa partikel DNA dari bakteri induk. Apabila bakteriofag melakukan penginfeksian pada bakteri jenis lainnya, maka hal ini dapat menimbulkan proses terjadinya rekombinasi gen pada jenis bakteri yang telah terinfeksi oleh bakteriofag itu sendiri.

c. Konjugasi

Konjugasi merupakan proses reproduksi bakteri yang terjadi dengan adanya transfer DNA yang berasal dari sel bakteri donor dan kemudian diteruskan ke bagian sel bakteri penerima. Dari proses konjugasi tersebut terbentuklah jembatan yang sering disebut dengan istilah pilus. Adapun fungsi utama dari jembatan atau pilus ini adalah sebagai alat alternatif untuk memindahkan materi genetik menuju tempat tertentu. Pilus mempunyai karakteristik pada bagian ujung yang melekat dibagian sel penerima, selanjutnya DNA dari bakteri donor akan ditransfer melalui jembatan pilus.

2. Proses Reproduksi Bakteri Secara Aseksual

Selain mengalami proses reproduksi seksual, bakteri juga mengalami proses reproduksi secara aseksual yang meliputi beberapa tahapan. Adapun macam-macam tahapan dalam perkembangbiakan secara aseksual ini adalah sebagai berikut :

Baca Juga:   Coelenterata - Ciri, Reproduksi, Klasifikasi, & Peranan bagi Kehidupan

1) Pembelahan Biner

Pembelahan biner merupakan proses perkembangbiakan pada bakteri dengan cara membelah diri hingga menjadi dua bagian yang sama dengan induknya. Artinya, pada proses pembelahan biner ini untuk jenis bakteri yang bersel tunggal akan terbagi menjadi dua bagian sel anak sebagai pewaris keturunannya. Tahap pembelahan biner diawali pada saat DNA yang terdapat di dalam bakteri mengalami replika diri atau terbagi atas dua bagian. Dengan demikian, sel yang terdapat pada bakteri tersebut akan mengalami pemanjangan dan masing-masing sel yang terbelah menjadi dua ini mempunyai sifat DNA yang identik terhadap sel induk asalnya. Dapat diasumsikan bahwa setiap sel anak yang dihasilkan dari proses pembelahan biner ini mempunyai karakteristik tiruan yang berasal dari sel induknya.

Pada saat bakteri berada dalam situasi yang sangat mendukung, misal temperatur yang sedang dan zat nutrisi yang telah disediakan jenis bakteri Escherichia coli (E. Coli) mampu melakukan pembelahan diri dalam jangka waktu setiap 20 menit sekali.

2) Fragmentasi

Fragmentasi merupakan salah satu tahap perkembangbiakan bakteri yang dapat menghasilkan bakteri baru dimana bakteri ini muncul dari bagian tubuh induknya. Proses tersebut berlangsung dengan cara pemutusan bagian sel induk secara sederhana. Selanjutnya, pada bagian yang terpisah ini akan tumbuh menjadi bakal bakteri dan akan tumbuh menjadi bakteri dewasa.

Baca Juga:   Contoh Surat Pembaca Tentang Kantin dan Perpustakaan Sekolah

3) Tunas

Selain melakukan proses reproduksi yang telah dijelaskan di atas, bakteri juga dapat bereproduksi dengan cara bertunas. Dalam tahap bertunas ini sel induk bakteri akan mengalami replika DNA. Selanjutnya, akan diteruskan menuju tunas yang masih dalam keadaan melekat pada bagian tubuh induk. Dengan demikian apabila tunas memiliki ukuran yang besarnya hampir sama dengan induknya, maka sel tunas tersebut akan melepaskan diri dari tubuh induk bakteri.

4) Endospora

Endospora merupakan proses reproduksi bakteri yang terjadi dengan cara membungkus diri. Proses endospora hanya terjadi jika lingkungan tempat tinggal bakteri mengalami perubahan lingkungan yang buruk. Misal, lingkungan tempat tinggal bakteri tersebut mempunyai tinggat temperatur suhu yang sangat tinggi. Selain itu juga endospora hanya dapat terjadi pada saat persediaan nutrisi yang berada di lingkungan sekitarnya langka dan jumlah populasi jenis bakteri lainnya semakin meningkat. Dengan keadaan yang kurang mendukung seperti ini bakteri akan mengalami endospora atau membentuk bungkusan yang sangat erat.

Sumber :
http://www.perpusku.com/2015/12/perkembangbiakan-bakteri-secara-seksual-aseksual.html

Baca Juga:

Klasifikasi Prokariotik (Archaebacteria & Eubacteria)
Adverb – Definisi, Fungsi, Jenis, Contoh Kalimat
Conjuction – Definisi, Jenis, Fungsi, Contoh Kalimat

No Responses

Leave a Reply