Uraian Sistem Pencernaan Pada Burung & Mamalia

Uraian Sistem Pencernaan Pada Burung & Mamalia – Sistem pencernaan adalah serangkaian alat- alat / organ khusus pada manusia dan hewan yang memiliki fungsi sebagai penerima makanan yang selanjutnya mencernanya hingga menjadi nutrien dan energi. Sistem pencernaan yang terdapat pada manusia dan hewan sangatah beragam, demikan halnya pada burung dan mamalia. Penjelasan mengenai sistem pencernaan yang terdapat pada burung dan mamalia adalah sebagai berikut :

1. Sistem Pencernaan pada Burung

Burung memiliki sistem pencernaan yang sangat beragam. Alat-alat pencernaan pada tiap jenis burung menyesuaikan dengan berbagai macam makanan yang sudah barang tentu saja berbeda. Ragam jenis makanan pada burung cakupannya meliputi serangga, buah-buahan, biji-bijian, daging, madu, dan lain sebagainya. Akan tetapi secara umum, kelompok hewan ini memiliki alat pencernaan yang serupa meskipun tak sama persis. Sebagai contoh adalah burung merpati yang memakan biji-bijian.

Alat-alat pencernaan yang terdapat pada burung merpati terdiri atas kerongkongan, mulut, tembolok, usus, kloaka, dan lambung. Burung tidak memiliki gigi di dalam paruhnya. Makanan diambil dengan menggunakan paruh dan selanjutnya ditelan. Makanan yang masuk melalui paruh selanjutnya akan melewati kerongkongan dan berhenti sementara di dalam tembolok untuk disimpan. Tembolok dapat dikatakan sebagai pembesaran dari kerongkongan bagian bawah. Setelah melewati tembolok, makanan akan langsung menuju ke dalam lambung.

Lambung pada kelompok ungas terbagi atas dua macam diantaranya ialah kelenjar dan lambung pengunyah. Lambung kelenjar memproduksi getah pencernaan yang nantinya akan digunakan untuk mencerna makana secara kimiawi.

Baca Juga:   Pengertian dan 63 Contoh Konjungsi Temporal

Di bagian dalam lambung pengunyah terdapat beberapa otot yang kuat. Di sinilah makanan akan digilas dan dihancurkan dengan bantuan batu kerikil yang ikut ditelan bersamaan dengan makanan. Di dalam lambung pengunyah (empedal) terjadi sebuah proses pencernaan yakni secara mekanik. Setelah berlangsung pencernaan secara mekanik di dalam lambung pengunyah, selanjutnya makanan akan memasuki usus halus. Di dalam usus halus, makanan dicerna secara kimiawi dengan bantuan getah pankreas serta getah empedu. Pada bagian ini zat-zat atau sari makanan hasil dari proses pencernaan akan diserap oleh dinding usus, kemudian sisanya akan masuk ke dalam usus besar. Diantara usus halus dan usus besar terdapat usus buntu yang memiliki fungsi sebagai perluasan bidang penyerapan. Dari usus besar feses didorong menuju ke dalam rectum yang selanjutnya akan dikeluarkan melalui kloaka. Kolaka adalah tempat bermuaranya tiga buah saluran utama diantaranya ialah saluran ginjal, saluran kelenjar kelamin, dan saluran makanan.

2. Sistem Pencernaan pada Mamalia Memamah Biak (Ruminansia)

Kelompok mamalia disebut pula sebagai hewan memamah biak atau ruminansia adalah hewan yang makanannya berupa dedaunan atau rerumputan. Kelompok hewan ini juga identik dengan kelenjar susu yang terdapat pada tubuhnya. Karenanya hewan mamalia juga dikenal dengan sebutan hewan menyusui. Kelompok hewan menyusui ini berupa kambing, sapi, kerbau, dan lain sebagainya.

Di dalam rongga mulut hewan menyusui ini terdapat lidah sebagai pengatur letak makanan sebelum ditelan. Makanan berupa rerumputan atau dedaunan tidak serta merta dikunyah, melainkan langsung ditelan hingga masuk ke dalam perut besar. Perut pada hewan mammalia terbagi atas empat macam, diantaranya ialah perut besar (rumen), perut jala (reticulum), perut masam (abomasum), dan perut kitab (omasum).

Baca Juga:   Contoh Pidato Tentang Ibu yang Menyentuh Hati

Perut besar, perut kitab, dan perut jala pada hakikatnya adalah modifikasi dari esophagus / kerongkongan. Sedangkan yang diasumsikan sebagai perut yang sebenarnya adalah abomasum atau perut masam. Makanan dari rongga mulut memasuki perut besar atau rumen. Di dalam perut besar terjadi fermentasi selulosa dengan bantuan nakteri. Hasil fermentasinya berupa asam lemak, vitamin, asam asetat, gas, dan asam laktat. Hasil dari fermentasi tersebut sebagiannya diserap di bagian dalam rumen, sebagian yang lai adalah gas diabsorpsi. Selanjutnya dikeluarkan melalui paru-paru. Akan tetapi adapula yang dikeluarkan ketika sedang bersendawa.

Hewan memamah biak memiliki gigi-gigi yang susunannya terdiri atas gigi seri yang digunakan untuk memotong makanan dan gigi geraham yang berfungsi sebagai penggilas makanan. Gigi seri hanya terdapat pada bagian rahang bawah. Gerakan rahang yang terdapat pada bagian kanan dan kiri merupakan gerakan menggilas makanan. Diantara gigi geraham dan seri terdapat ruangan yang tidak ditumbuhi oleh gigi. Ruang tersebut dinamakan diasterna. Melalui ruang inilah hewan memamah biak dapat menjulurkan lidah untuk menjalankan fungsinya.

Melalui perut besar, makanan diteruskan hingga menuju ke bagian reticulum (perut jala). Pada bagian inilah makanan dicerna secara kimiawi sehingga membentuk beberapa gumpalan kecil. Gumpalan-gumpalan tersebut selanjutnya dikeluarkan lalu dimasukkan kembali ke dalam rongga mulut untuk dicerna secara mekanik dengan cara dikunyah.

Baca Juga:   30 Pantun Cinta Lucu Buat Kekasih

Proses mengunyah makanan hingga dua kali inilah yang menyebabkan kelompok mamalia disebut pula sebagai hewan memamah biak. Proses ini dapat berlangsung ketika hewan sedang beristirahat. Setelah selesai dikunyah, makanan ditelan kembali dan selanjutnya masuk ke dalam omasum / perut kitab. Pada saat inilah terjadi proses penyerapan air. Proses selanjutnya adalah makanan akan diteruskan hingga memasuki ke dalam abomasum / perut masam untuk dapat dicerna secara kimiawi. Di bagian perut inilah bakteri akan dicerna dan diubah menjadi protein ruminansia. Hasil dari pencernaan selanjutnya akan masuk ke dalam usus dua belas jari dan masuk menuju ke dalam usus halus. Pada bagian usus halus terjadi penyerapan hasil dari proses pencernaan yang sebelumnya telah dilakukan. Selanjutnya sisa makanan yang tidak diserap akan masuk ke dalam usus besar dan mengalami penyerapan air dan pembusukan sehingga menjadi feses. Setelah feses terkumpul di dalam rektum, selanjutnya akan dikeluarkan melalui anus.

Sumber :
Bachtiar, Suaha. 2011. Biologi untuk SMA / MA Kelas XI. Jakarta : PT. Sarana Panca Karya Nusa

Baca Juga:

23 Contoh Soal Biologi Kelas 11 SMA Tentang Sistem Peredaran Darah & Jawaban
Definisi Jaringan Ikat, Sel Penyusun, Jenis, Ciri, dan Fungsi
Daun – Definisi, Fungsi, Dan Struktur Lengkapnya

Leave a Reply