Pengertian, Ciri-ciri, dan Fungsi Epilog Beserta Contoh

Pengertian, Ciri-ciri, dan Fungsi Epilog Beserta Contoh

Epilog adalah adalah salah satu bagian dari teks cerita ataupun drama yang di dalamnya berisikan simpulan beserta amanat yang dapat diambil dari keseluruhan cerita. Sederhananya, epilog adalah kebalikan dari prolog yang merupakan bagian awal / pembuka di awal cerita. Epilog sangatlah penting sebagai media untuk mengambil hikmah dari keseluruhan isi cerita yang dapat diambil dari pembaca. Umumnya di dalam epilog terdapat kata-kata mutiara atau kalimat bijak yang disampaikan oleh penulis di akhir cerita.

Ciri-ciri dan Fungsi Epilog

Ciri-ciri epilog diantaranya ialah :

• Terletak di akhir cerita
• Berisikan nasehat, penutup, kesimpulan, serta kata-kata bijak

Sedangkan fungsi dari epilog diantaranya ialah :

• Menyampaikan inti yang ada di dalam cerita, hikmah, kesimpulan, dan kesimpulan.
• Mempertegas tatanan nilai, pengalaman hidup, serta pesan moral yang ada pada cerita.

Agar lebih jelas, perhatikan beberapa contoh epilog dari cerita berikut ini!

Contoh Epilog 1 :

Akhirnya Khaidir berhasil pulang ke tanah air dengan selamat meskipun harus melewati berbagai prosedur keamanan tinggi, bertemu dengan sekelompok penjahat, harus rela bertarung dengan kejamnya pelosok negeri orang, dan berbagai hal pahit yang ia lewati selama ini. Setidaknya lebih dari lima negara ia lewati untuk berhasil menyeberang ke tanah air tercinta. Semua demi keinginan kuat untuk bertemu dengan ibu dan ayah tercintanya. Rasa sakit dan menderita ia tumpah ruahkan di kaki ibunda tercintanya yang basah akan air mata Khaidir. Ia berjanji untuk tidak melakukan hal-hal ceroboh lagi hingga ia harus terlempar ke negeri China. Ia menyesal dengan penyesalan yang teramat sangat. Di sisa hidupnya, Khaidir berjanji akan membersamai keluarganya hingga akhir hayatnya.

Contoh Epilog 2 :

Kini yang tersisa hanyalah kenangan pahit yang takkan pernah dilupakan oleh Zainudin. Berkali-kali dirinya harus menghadapi persidangan demi persidangan yang sekaan tiada henti-hentinya. Persekusi dan konspirasi hebat yang menjeratnya selama setahun terakhir seolah sirna ditelan bumi. Tuhan tak pernah tidur. Dia selalu membimbing dan menjaga hambanya dari segala marabahaya dan akan memberikan jalan keluar bagi siapa saja yang bersabar dan percaya pada-Nya. Zainudin, satu contoh pria tegar yang tak pernah mengeluhkan hidupnya. Ia percaya bahwa Tuhan tak pernah meninggalkannya. Ia percaya bahwa Tuhan akan membimbingnya ke jalan yang benar, jalan menuju rihdo-Nya, dan jalan kebahagiaan yang hakiki. Kebahagiaan yang takkan pernah dialami oleh orang-orang yang busuk hatinya.

Contoh Epilog 3 :

Karma pasti akan berlaku. Begitulah pepatah lama yang nampaknya masih populer di telinga banyak orang meskipun zaman telah meninggalkan beberapa abad kejayaan peradaban masa lampau. Siapa yang menanam, dialah yang akan menuai. Siapa yang berbuat, ia akan merasakan akibatnya. Demikian halnya dengan Fahrul dan Ziyad. Semasa hidup, Fahrul senantiasa berbuat kedzaliman meski Tuhan telah mengulurkan banyak kenikmatan dan kejayaan baginya. Kedzaliman demi kedzaliman ia lakukan tak henti-hentinya hingga mengantarkannya kepada jurang keterpurukan. Tuhan menamparnya hingga terperosok tak berdaya ke dalam lubang penuh kubangan kotoran. Usahanya bangkrut, keluarganya dan teman-temannya meninggalkannya. Yang tersisa hanyalah nama besar yang melegenda, Fahrul si Raja Batu Bara. Kini tinggal kenangan.
Lain halnya dengan Ziyad, seorang penderma kaya yang sangat dermawan, sholeh, dan penyayang. Hampir seluruh perusahaan besar di negeri ini telah ia akuisisi dengan saham dominan. Ziyad sang konglomerat telah menjadi perbincangan banyak bibir di seantaro jagad nasional. Tak ada yang menyangka bahwa dahulu ia adalah seorang penjual koran yang lusuh, compang-camping, dan sama sekali tak sedap dipandang. Namun tekad, usaha, kerja keras, dan doa mendorongnya menjadi seorang yang kuat. Ia bertekad untuk menjadi sebaik-baiknya manusia dengan sejuta kebermanfaatan. Namun ia sadar, niat saja tidak cukup. Ia harus kaya agar bisa memberikan kebermanfaatan itu. Ia mulai memberanikan diri untuk berbisinis, berkuliah, dan bekerja serabutan demi cita-citanya itu. Meski dalam perjalanan hidupnya ia seringkali berhadapan dengan Fahrul dan antek-anteknya yang tak senang akan keberadaan Ziyad. Fahrul dan Ziyad, saudara kandung beda ibu adalah contoh nyata bagi kehidupan. Dimana seseorang akan memetik hasil dari keringatnya sendiri. Dimana seseorang akan mendapatkan ganjaran atas segala perbuatan yang dilakukannya.

Contoh Epilog 4 :

Bukti bahwa hidup tak selamanya berada di bawah ditunjukkan oleh kisah seorang gadis bernama Intan. Tak seindah dan sebaik namanya, Intan tak berada di tempat yang berharga, bernilai besar, dan mahal harganya. Ibunya membuangnya sejak berusia dua tahun. Ayahnya entah ke mana. Yang Intan ingat hanyalah bahwa dirinya besar di panti asuhan. Ia dibesarkan oleh ibunda Yani yang baik hati. Banyak nilai-nilai kehidupan yang diajarkan oleh Ibunda Yani terhadapnya. Ia Bahagia tinggal di panti tersebut, meskipun banyak diantara teman-teman satu asramanya yang tak senang dengan dirinya. Rasa iri dan dengki teman-teman Intan diawali dengan perasaan cemburu membabi buta karena Ibunda Yani lebih menyayangi Intan dari pada mereka. Sehingga kisah ini hampir mirip dengan cerita nabi Yusuf A.S.

Berbagai peristiwa telah dialami Intan, mulai dari dibuangnya dirinya di desa terpencil wilayah pegunungan, ditemukan oleh penjahat, dijual dan dijadikan budak sampai mengalami penyiksaan tak dapat digambarkan oleh kata-kata. Nasib baik membuatnya dapat kabur dari majikannya yang jahat. Ia berkelana nun jauh di luar pulau Jawa dan berusaha keras dmei hidupnya. Hingga akhirnya keberhasilan dan kesuksesan hidup menghampirinya. Kini tiada lagi orang yang tak mengenal Intan. Tak ada lagi orang-orang yang tak menghiraukannya. Bukti bahwa Tuhan tak diam atas nasib orang-orang yang tertindas, adalah Intan sang pejuang kehidupan yang tak menyerah akan hidupnya.