2 Contoh Naskah Drama Pendek 4 Orang

2 Contoh Naskah Drama Pendek 4 Orang – Naskah drama ialah suatu bentuk sajian tulisan yang tersusun atas alur sebuah cerita yang juga berisikan tentang diaolog-dialog dari para tokoh pemerannya. Dalam pementasan drama, naskah memiliki peranan penting sebagai kendali jalannya cerita sebagaimana skenario dalam film atau sinetron. Naskah drama juga memiliki fungsi sebagai acuan terhadap lakon yang akan dibawakan oleh tokoh pemeran. Berikut ini adalah contoh naskah drama pendek yang dimainkan oleh 4 orang :

Contoh 1 :

Judul : Mengisi Liburan Sekolah
Tema : Pendidikan
Pemeran : Abdul, Kadir, Dina, Afifah
Karakter : Abdul (pemalas), Kadir (Rajin), Dina (Periang), Afifah (Religius)

Sinopsis Drama :

Suatu ketika di sebuah majid, berkumpulah 4 orang remaja SMA yang tergabung dalam remaja islam masjid (RISMA). Dalam situasi ini adalah beberapa saat menjelang rapat RISMA akan diadakan. Mereka berbincang-bincang ringan seputar masalah agama dan pendidikan.

Dialog Drama :

Dina : Liburan akhir semester setelah ujian ini apa rencana kalian?
Abdul : Kalau aku lebih baik di rumah. Santai sambil main game dan nonton TV saja. Kalau kamu Din?
Dina : Nanti dulu tanya ke akunya. Aku tunggu jawaban teman-teman lainnya dulu. Kamu mau ke mana liburan ini Dir?
Kadir : Hmm, apa ya? Aku mau beres-beres rumah. Aku juga mau banyak belajar saja. Lagi pula tugas liburan kita kan banyak sekali.
Abdul : Ya ampun, tugas lagi-tugas lagi.
Dina : Kalau kamu Fah? Apa rencanamu?
Afifah : Hmm apa ya? Aku mau menghidupkan masjid saja.
Abdul : Menghidupkan masjid bagaimana maksudmu?
Afifah : Ya aku mau menyibukkan diri dengan kegiatan ibadah di masjid sekaligus menghidupkan kegiatan di dalamnya.
Dina : Misalnya?
Afifah : Ya seperti yang kita lakukan sekarang ini. Saat ini bukankah kita sedang berupaya untuk menghidupkan masjid?
Kadir : Dengan mengobrol begini maksudmu?
Afifah : Bukan bagian mengobrolnya Dir. Tapi rapat yang akan kita selenggarakan beberapa saat nanti. Rapat RISMA ini kan salah satu bentuk upaya untuk menghidupkan rumah ibadah dengan berbagai kegiatan positif.
Dina : Betul juga sih.
Abdul : Din, tadi kamu yang memulai diskusi ini kan? Terus rencanamu apa liburan kali ini?
Dina : Aku sih belum ada rencana apa-apa. Makanya aku coba menggali dari kalian, siapa tahu dapat referensi yang bagus untuk kegiatan selama liburan.
Abdul : Ah, aku sih sudah mantap. Mau santai-santai saja di rumah.
Afifah : Aku punya ide bagus. Dir, kamu mau mengisi liburan dengan belajar kan? Sedangkan Dina belum ada rencana apapun untuk liburan. Bagaimana kalau kita isi saja liburan kita dengan belajar sekaligus mengisi kegiatan di masjid?
Dina : Wah ide bagus itu. Nah, benar kan? Aku bisa dapat referensi liburan dari kalian. He..he. Bagaimana Dir?
Kadir : Wah, boleh juga itu. Mengisi kegiatan di masjid juga kan termasuk aktivitas belajar. Tapi bentuk kegiatannya seperti apa fah?
Afifah : ya kita bisa adakan seminar keotentikan Al-Qur’an dengan ilmu pengetahuan, lomba cerdas cermat TPA, lomba hafalan Al-Qur’an, dan lainnya. Semua nanti akan kita bahas di rapat Risma. Bagaimana?
Kadir : wah, ide bagus.
Dina : baiklah, aku ikut kamu Fah. Lalu kamu bagaimana Dul? Masih mau santaisantai di rumah?
Abdul : yah, bagaimana ya? Kalau semuanya mau menyibukkan diri dengan aktivitas di masjid, ya mau tidak mau aku ikut.
Dina : ha..ha. nah, begitu donk Dul. Oke, kita sudah sepakat.
Afifa : Oh iya, sudah pukl 13.00 WIB. Kita mulai saja rapatnya.
Kadir, Dina, Abdul : Oke. Kita mulai sekarang!

Baca Juga:   Berbagai Penerapan Elektromagnetik dalam Kehidupan Sehari-Hari

Akhirnya rapat Risma pun dimulai dengan agenda pembahasan rencana kegiatan remaja masjid untuk mengisi waktu liburan sekolah.

Contoh 2 :

Judul : Menjaga Keamanan Lingkungan
Tema : Sosial
Pemeran : Adi, Elan, Budi, dan Efendi
Karakter : Adi (bijaksana), Elan (Kritis), Budi (ceria), Efendi (penyabar)

Sinopsi Drama :

Suatu ketika di sebuah pos ronda berkumpulah empat orang pemuda kompleks yang sedang membahas tentang keamanan lingkungan kampung. Keemapat orang tersebut adalah Adi, Elan, Budi, dan Efendi. Mereka berempat tengah mendapat giliran jaga untuk ronda di lingkungan RT di tempat mereka tinggali.

Dialog Drama :

Elan : Sepi sekali, Apa Cuma kita berempat yang dapat giliran ronda malam ini?
Budi : Harusnya ada tujuh orang. Tapi yang di sini cuma kita saja.
Efendi : kenapa semakin lama warga semakin enggan dan malas untuk ronda ya?
Adi : Ya…, mungkin saja yang tidak datang ke pos siskamling malam ini sedang kelehalahan karena aktivitasnya. Atau mungkin saja mereka sedang ada keperluan mendesak.
Elan : Keperluan mendesak juga tidak selalu pada saat giliran jaga kan?
Budi : ha..ha. bisa saja kam Lan.
Efendi : Minggu lalu masih ada lima orang termasuk kita. Sekarang berkurang satu orang lagi. Ada apa ya sebenarnya?
Elan : Ya apalagi kalau bukan kurangnya kesadaran untuk menjalankan program siskamling. Padahal kan kegiatan ini sangat kita perlukan demi menjaga keamanan lingkungan kita.
Budi : Siskamling juga asyik sih sebenarnya, bisa kumpul dengan kalian sambil minum kopi dan makan kacang rebus. Ha..ha.
Efendi : Dasar kamu ini Bud.
Adi : Yang jelas kegiatan siskamling ini sangat kita butuhkan. Demi kebaikan kita sendiri sebagai warga negara. Dengan adanya warga yang berjaga di malam hari, secara efektif akan mampu mencegah terjadinya tindak kriminalitas seperti pembegalan, penodongan, dan yang paling utamanya lagi adalah pencurian di rumah warga. Yang perlu kita lakukan adalah mengingatkan warga yang tidak ikut serta dalam kegiatan ronda!
Elan : Memang harus diingatkan itu mereka yang tidak pernah datang untuk berjaga! Enak betul mereka. Kita yang jaga, mereka enak-enakan tidur.
Budi : Sabar lan, sabar! He..he.
Efendi : Sudahlah, besok pagi kita laporkan siapa saja yang tidak pernah ikut ronda, termasuk yang jarang hadir juga. Ini demi keamaan serta ketentraman kampung kita.
Adi : Setuju. Kita juga perlu megingatkan yang bersangkutan. Tapi tetap dengan cara santun dan beretika.
Elan : Ya sudah, sekarang kita keliling kompleks dulu. Dari tadi kita cuma ngobrol saja. Terutama kamu Bud, makan saja kerjamu.
Budi : he…he. Maaf maaf. Ayo kita berkeliling!
Adi, Efendi : Baiklah, ayo kita berangkat!
Akhirnya mereka berempat berkeliling kompleks untuk memastikan keamanan kampung agar tetap terjaga dengan baik.

Baca Juga:   Mekanisme Pernapasan Manusia (Inspirasi & Ekspirasi) & Uraian Detailnya

Baca Juga:

Contoh Pidato Sumpah Pemuda Terbaru
Pidato Visi dan Misi Calon Kepala Sekolah Terbaru
Contoh Esai Tentang Korupsi di Indonesia

One Response

  1. M.Naufal Syawal March 28, 2018

Leave a Reply