Penjelasan Badan Mikro, Sitoskeleton, dan Badan Golgi

Penjelasan Badan Mikro, Sitoskeleton, dan Badan Golgi – Badan mikro merupakan organel yang memiliki ukuran sangat kecil dengan garis tengah mencapai 0,3-1,5 μm. Badan mikro memiliki dua tipe, yaitu peroksisom dan glioksisom. Adapun tipe peroksisom ini terdapat pada sel hewan, fungi, dan daun tanaman tingkat tinggi. Fungsi peroksisom dari proses oksidasi substrat mampu menghasilkan H2O2 yang bersifat racun untuk setiap sel. Kemudian, langkah tersebut dilanjutkan hingga di sintesis menjadi H2O+O2. Peroksisom berperan penting dalam menyerap sinar matahari dan proses respirasi yang saling berkaitan dengan organel mitokondria dan kloroplas. Selain itu, peroksisom juga mampu melindungi sel dari H2O2 dan dapat mensistesis lemak menjadi karbohidrat serta berperan dalam perubahan suatu purin yang berada pada sel. Selanjutnya, tipe Glioksisom terdapat pada jenis sel tanaman. Fungsi utama glioksisom ini adalah sebagai tempat terjadinya proses metabolisme asam lemak dan siklus glioksilat pada tumbuhan.

Badan mikro juga dapat berperan pada tahap oksidasi substrat yang terjadi pada jenis-jenis mamalia. Proses reaksi oksidasi ini dapat berlangsung dengan adanya bantuan enzim flavin oksidase dengan bantuan oksigen sebagai perantara dalam menangkap elektron dan merubah kandungan tersebut hingga menjadi molekul H2O2. Adapun molekul yang dihasilkan dari proses oksidasi tersebut tidak dapat digunakan langsung oleh sel, sehingga harus dirubah terlebih dahulu menjadi molekul H2O dengan bantuan enzim katalase yang berada pada peroksisom. Reaksi oksidasi biasanya terjadi pada asam D-amino ketika unsur tersebut berada di dalam perosisom. Setelah asam D-amino memasuki perosisom, maka tahap selanjutnya akan mengalami deaminasi yang disebabkan karena adanya oksidasi bersama enzim FAD-oksidase dengan demikian dapat terbentuklah suatu zat asam a-keto.

Baca Juga:   2 Contoh Teks Eksplanasi tentang Fenomena Sosial

A. Penjelasan Sitoskeleton

Sitoskeleton merupakan suatu rangka sel yang terdiri atas jaring berkas protein sebagai penyusun sitoplasma yang berada pada sel. Sitoskeleton dibagi menjadi tiga macam, yaitu mikrotubul, mikrofilamen, dan filamen intermediet. Organel sitoskeleton dapat ditemukan pada sel eukariota maupu pada sel prokariota. Dengan adanya organel sitoskeleton, maka sel mampu mempunyai keadaan yang kokoh, dapat berubah bentuk, dapat mengatur keadaan organel, berenang, serta mampu menyerap zat di suatu permukaannya. Secara umum fungsi sitoskeleton adalah sebagai berikut :

– Dapat memberikan keadaan yang kuat secara mekanik pada suatu sel
– Memberikan bentuk pada kerangka sel
– Dapat memberikan energi yang membantu dalam gerakan substansi yang berasal dari satu bagian sel menuju bagian sel lainnya

Adapun penjelasan mengenai struktur sitoskeleton adalah sebagai berikut :

a. Filamen Aktin (Mikrofilamen)

Filamen aktin merupakan suatu bagian dari rantai ganda protein yang saling bergandengan dan mempunyai ukuran yang tipis. Karakteristik dari filamen aktin ini juga terdiri atas protein yang dikenal dengan istilah aktin. Mikrofilamen memiliki ukuran atau diameter mencapai 5-6 nm, sehingga dengan demikian harus menggunakan bantuan alat optik mikroskop elektron untuk mengamatinya.

Baca Juga:   Sistem Reproduksi Aseksual Pada Hewan (Tunas, Fragmentasi, Membelah Diri)

b. Mikrotubulus

Struktur dari mikrotubulus ini terbentuk dari beberapa benang silindris yang bersifat kaku. Fungsi utama dari mikrotubulus tersebut yaitu dapat mempertahankan keadaan dan bentuk awal sel serta menjadi rangka sel yang dapat melindungi sel. Salah satu contoh dari organel mikrotubulus ini misalnya benang-benang gelembung pembelahan. Di samping itu juga mikrotubulus dapat berguna pada saat pembentukan sentriol, flagela, dan silia.

c. Filamen Intermediet

Filamen intermediet ialah rantai molekul protein yang memiliki struktur seperti uantaian rantai yang saling melilit antara satu dengan yang lainnya. Ukuran diameter dari filamen intermediet ini mencapai 8-10 nm. Pada umumnya filamen intermediet juga di sebut dengan filamen antara, sebab memiliki ukuran yang berada diantara ukuran mikrotubulus dan mikrofilamen. Organel yang berbentuk serabut ini tersusun dari beberapa protein yang di sebut dengan fimetin, namun terdapat juga yang tersusun atas protein keratin.

B. Penjelasan Badan Golgi

Badan golgi adalah suatu organel yang terdapat pada sitoplasma dan mempunyai bentuk seperti kantung pipih yang menumpuk dan tersusun dari mulai yang berukuran besar sampai berukuran kecil. Ukuran panjang badan golgi ini berkisar 1-3 mikrometer dan ukuran lebar mencapai 0,5 mikrometer serta diperkuat atau diikat oleh suatu membran. Adapun struktur badan golgi yang terdapat pada tumbuhan dan hewan sangatlah hampir sama dalam bentuknya. Keberadaan badan golgi pada sitoplasma yaitu menyebar ke seluruhan bagian sitoplasma dan saling berhubungan antara satu terhadap lainnya, dengan demikian badan golgi dapat berbentuk layaknya struktur kompleks seperti jala.

Baca Juga:   37 Contoh Pantun Nasehat Agama

Pada bagian dalam badan golgi ini juga terdapat tempat yang dapat mengubah molekul enzim dari bentuk tidak efektif hingga ke bentuk yang lebih aktif. Selain itu, badan golgi juga mempunyai fungsi sebagai media yang dapat menyimpan protein dan zat-zat lainnya yang berasal dari retikulum endoplasma dan bersifat sementara. Zat-zat ini tersimpan dalam sebuah kantong membran (vesikel) dan kemudian diteruskan pada membran plasma. Di samping itu juga badan golgi berperan penting dalam tahap pembentukan lisosom yang terdapat pada organisme. Pada umunya badan golgi dapat ditemukan di sel-sel sekretori atau di pankreas. Adapun banyaknya badan golgi pada tiap organisme memiliki jumlah yang beragam menurut peran dan tipe pada proses pertumbuhan sel. Misal, pada tahap pembentukan dinding-dinding sel yang baru di suatu organisme.

Sumber :
http://www.biologi-sel.com/2013/02/sitoskeleton-pengertian-fungsi-dan.html

Badan Mikro

 

Baca Juga:

 

Penjelasan Lisosom, Mitokondria, dan Kloroplas
Penjelasan Nukleus, Ribosom, dan Retikulum Endoplasma
Penjelasan Membran Plasma dan Sitoplasma

Leave a Reply