no comments

Gangguan pada Sistem Ekskresi Manusia

Gangguan pada Sistem Ekskresi Manusia – Setiap makhluk hidup menjalani proses metabolisme dalam kehidupannya. Metabolisme berasal dari kata metabellin yang artinya mengubah. Proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup pada hakikatnya adalah mengubah molekul kompleks yang syarat akan energi menjadi molekul-molekul sederhana yang tidak lagi mengandung energi. Misalnya saja pada proses metabolisme yang berlangsung dalam tubuh yakni proses pembakaran bahan makanan untuk dapat memproduksi energi. Di samping itu, proses ini juga menghasilkan zat sisa yang tidak lagi dibutuhkan oleh tubuh.

Dalam sistem eksresi pada manusia dan hewan vertebrata, terdapat beberapa organ yang memiliki peranan penting dalam proses tersebut. Beberapa organ penting tersebut ialah ginjal, hati, kulit, paru-paru, dan anus. Zat-zat sisa hasil dari proses metabolisme yang tidak lagi dimanfaatkan akan dikeluarkan melalui organ-organ tersebut. Namun ada kalanya sistem eksresi pada manusia dan hewan vertebrata mengalami gangguan karena beberapa hal yang menyangkut masalah kesehatan. Beberapa hal tersebut seringkali berkaitan langsung terhadap alat-alat vital pada sistem eksresi. Beberapa gangguan tersebut mencakup beberapa hal, diantaranya ialah :

Baca Juga:   Sistem Ekskresi Pada Hewan - Insekta, Ikan, katak, Reptil, Aves

1. Diabetes

Pada dasarnya gangguan / penyakit diabetes terdiri atas dua macam, diantaranya ialah diabetes insipidus dan diabetes mellitus. Diabetes insipidus adalah ketidakmampuan si penderita untuk menghasilkan hormon ADH. Tidak terdapatnya ADH ini menjadi sebab penderita selalu ingin buang air kecil setidaknya minimal sebanyak 20 kali dalam sehari. Hal ini mengakibatkan si penderita selalu merasa haus.

Sedangkan diabetes mellitus ialah penyakit yang disebabkan oleh gagalnya pancreas dalam menghasilkan insulin. Insulin ialah hormone yang berperan sebagai pengatur kadar gula di dalam darah agar zat tersebut kadarnya tidak melebihi batas normal. Kelebihan kadar gula di dalam darah tidak akan dapat diserap kembali seutuhnya oleh tubulus proksimal sehingga gula tersebut larut di dalam urin penderita.

2. Nefritis

Nefritis merupakan gangguan yang berupa peradangan ginjal terutama pada bagian glomerulus. Gangguan ini pada dasarnya disebabkan oleh bakteri streptococcus yang memasuki ginjal melalui saluran pernapasan yang selanjutnya dibawa oleh aliran darah. Adanya peradangan menyebabkan glomerulus semakin berlubang yang berakibat pada sel-sel darah serta protein memasuki tubulus bersamaan dengan filtrate glomerulus. Sel darah dan protein tidak mampu direabsorpsi bersama dengan urin. Urin akan Nampak keruh dan berwarna merah. Upaya penyembuhan terhadap penyakit ini adalah dengan cara memberikan antibiotik (sesuai petunjuk dokter) dan istirahat total.

Baca Juga:   33 Contoh Pantun Jatuh Cinta

3. Uremia

Uremia adalah gangguan yang terjadi karena sebab gagalnya ginjal dalam membuang limbah metabolisme secara normal. Gangguan ini dapat timbul karena beberapa sebab diantaranya ialah penyakit nefritis, infeksi bakteri, kerusakan saluran kencing, depresi, over dosis vitamin D, reaksi transfuse darah, keracunan, dan benturan fisik. Gangguan uremia dapat diindikasikan dengan muncyulnya gejala keinginan buang air kecil yang dating secara tiba-tiba dan sakit kepala yang tak tertahankan. Pada tingkatan tertinggi, penderita uremia harus menjalani transplantasi ginjal baru dan cuci darah (hemodialisa) dalam upaya penanganan penyakit tersebut.

4. Anuria

Anuria adalah gangguan sistem ekskresi yang terjadi akibat adanya kerusakan glomerulus sehingga tidak mampu membuat urin walaupun dalam jumlah sedikit. Proses filtrasi tidak berjalan lancer sehingga tidak menghasilkan urin sama sekali. Disamping itu tekanan darah yang rendah juga menjadi faktor penghambat masuknya filtrate glomerulus ke dalam tubulus sehingga memicu timbulnya gangguan / penyakit anuria.

5. Kencing Batu atau Batu Ginjal

Penyakit batu ginjal adalah gangguan sistem ekresi yang terjadi karena adanya penumpukan asam urat dan pengumpulan senyawa kalsium. Pembentukan batu ginjal ini belum diketahui secara pasti penyebabnya dan sulit untuk ditangani ataupun dicegah.

Baca Juga:   Definisi Jaringan Ikat, Sel Penyusun, Jenis, Ciri, dan Fungsi

6. Sistitis (Cystitis)

Sistitis ialah peradangan pada selaput mukosa kantung kemih yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau karena zat-zat kimia. Gangguan ini lebih sering terjadi pada wanita karena saluran uretra / kemihnya yang jauh lebih pendek jika dibandingkan dengan yang ada pada laki-laki.

Sumber :
Bachtiar, Suaha. 2011. Biologi untuk SMA / MA Kelas XI. Jakarta : PT. Sarana Panca Karya Nusa

Reply