Hakikat Manusia sebagai Makhluk Sosial dan Ekonomi yang Bermoral

Hakikat Manusia sebagai Makhluk Sosial dan Ekonomi yang Bermoral

Manusia adalah makhluk sosial yang dalam segala aktivitasnya tak terlepas dari peranan orang-orang disekitarnya. Oleh karenanya, manusia haruslah menjaga interaksi dengan manusia lainnya berdasarkan hal tersebut. Manusia sebagai makhluk sosial adalah bagian dari masyarakat yang saling berintegrasi dalam tatanan norma, nilai, serta adat istiadat tertentu yang terikat oleh adanya rasa identitas bersama. Pandangan ini mengeaskan bahwa di dalam lingkup masyarakat, terdapat berbagai komponen yang saling berkaitan dengan aktivitas interaksi secara berkelanjutan.

Disamping hakekat manusia sebagai makhluk sosial, manusia juga tak terlepas dari dua hakekat utama lainnya yakni makhluk sosial dan ekonomi bermoral. Makhluk sosial bermoral sebagaimana telah disinggung sebelumnya, yakni hakekat sebagai makhluk yang tak bisa terlepas dari peranan orang lain / sekelilingnya. Sedangkan makhluk ekonomi bermoral kaitannya mencakup pada aspek keterbutuhan manusia secara fitrahnya. Berkenaan dengan kedua hal tersebut, selanjutnya akan dibahas secara terperinci pada pembahasan berikut!

A. Manusia sebagai Makhluk Sosial yang Bermoral

Sebagai makhluk hidup, sadar atau tidak manusia pada perjalanan hidupnya akan membutuhkan manusia lainnya. Tak ada satu pun manusia yang mampu hidup seorang diri tanpa interaksi, hubungan, serta bantuan dari orang lain. Hubungan antar manusia ini memiliki maksud serta tujuan yang bisa saja saling beriringan namun tak menutup kemungkinan pula untuk saling bertentangan. Berkaitan dengan hal ini, seorang filsuf Yunani yang bernama Aristoteles memberikan pernyataan bahwasanya manusia adalah makhluk bermasyarakat atau yang dinamakan sebagai zoon politicon. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia adalah makhluk yang tdak mampu hidup sendirian tanpa orang lain disekelilingnya. Karena hal itu pula, manusia disebut sebagai makhluk sosial. Sebagai contoh misalnya :

  • Pedagang pisang goreng membutuhkan penyedia bahan baku dagangannya yakni pedagang tepung terigu, pisang, minyak goreng, gas elpigi, dan seterusnya. Sangat sulit jika si pedagang menyediakan kebutuhannya seorang diri.
  • Seorang murid membutuhkan guru untuk mendapatkan pembelajaran. Sebaliknya, seorang guru pun membutuhkan murid sebagai obyek aktivitas belajarnya.
  • Seorang anak membutuhkan orang tuanya untuk beranjak dewasa, sedangkan orang tua membutuhkan anak-anaknya untuk masa tuanya.

Manusia akan senantiasa membutuhkan manusia lainnya baik secara individu ataupun berkelompok. Dengan hidup bermasyarakat, manusia akan semakin mendapatkan kemudahan dalam menjalani berbagai aktivitas kehidupan. Manusia yang hidup bermasyarakat secara langsung juga merupakan manusia yang memiliki moral manakala melakukan berbagai aktivitas kehidupan yang memiliki norma serta nilai yang berlaku di dalam masyarakat. sebab, jika seseorang tidak menaati nilai serta norma yang berlaku, maka secara umum dirinya akan dikucilkan dan diabaikan dalam kehidupan bermasyarakat.

B. Manusia Sebagai Makhluk Ekonomi yang Bermoral

Pada dasarnya manusia adalah individu yang tak terlepas dari berbagai macam kebutuhan, meskipun hanya sebatas keterbutuhan akan makanan dan minuman serta pakaian yang sederhana. Dahulu manusia hanya memanfaatkan bahan makanan yang tersedia dari alam yang bersumber dari aktivitas perkebunan, perburuan, dan lain sebagainya. Namun saat ini, keterbutuhan konsumtif manusia dapat terpenuhi dari berbagai macam sumber.

Pada dasarnya aktivitas perekonomian tidak memiliki struktur ataupun susunan secara teratur. Akan tetapi, setelah peradaban manusia mulai mengalami perkembangan seiring dengan meningkatnya kebutuhan hidup, maka secara bersamaan mulailah manusia mempelajari bagaimana cara pemenuhan kebutuhan akan hajat hidupnya. Berkaitan dengan hal tersebut, maka lahirlah keilmuan ekonomi yang diperkenalkan pertama kalinya oleh seorang bangsawa Yunani yang bernama Xendphon. Istilah kata ekonomi berasal dari bahasa Yunani yakni “oikos” dan “nomos” yang berarti aturan rumah tangga.

Banyak diantara para ahli ekonomi yang menyampaikan konsep dari ilmu ekonomi secara definitif. Beberapa ahli tersebut diantaranya ialah :

1) Prof. Dr. JL. Mey, Jr.,

Ilmu ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari mengenai usaha manusia menuju ke arah kesejahteraan / kemakmurannya.

2) Albert Meyers

Ilmu ekonomi adalah ilmu pengetahuan yang membahas tentang kebutuhan serta pemuas keterbutuhan manusia.

3) Friedrich List

Ekonomi adalah sesuatu hal yang berpengaruh pada kebudayaan, kemakmuran, politik serta kekuasaan. Maka, dengan meningkatkan perkembangan perekonomian bangsa, maka akan semakin kuat dan cerdas pula bangsa itu.

Munculnya permasalahan ekonomi di dalam kehidupan manusia erat kaitannya dengan kenyataan adanya ketidakseimbangan antara sumber daya dengan jumlah barang yang berkaitan dengan kebutuhan manusia. Untuk mengatasi persoalan di dalam ekonomi tersebut, maka diperlukan berbagai pemikiran serta usaha dalam penyediaan / pengadaan sumber daya untuk kebutuhan. Beberapa upaya tersebut dapat berupa :

  • Petani bekerja di sawah untuk menghasilkan padi yang selanjutnya diolah menjadi beras
  • Petani bekerja di ladang untuk menghasilkan berbagai bahan pangan seperti singkong, gandum, jagung, mentimun, sayur-maur, buah-buahan, dan masih banyak lagi.
  • Manusia memproduksi barang konsumtif seperti pakaian, perkakas, dan lain sebagainya untuk memenuhi keterbutuhan hidupnya.
  • Seorang individu bekerja untuk memperoleh upah atas jasa yang diberikan

Berbagai upaya yang dilakukan oleh manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan akan barang dan jasa adalah sebuah perilaku yang erat kaitannya dengan aktivitas ekonomi. Berkaitan dengan hal tersebut, manusia disebut sebagai makhluk ekonomi (homo economicus). Sebagai makhluk ekonomi, manusia akan berusaha untuk memenuhi keterbutuhan dirinya serta orang-orang yang ditanggungnya (misalnya saja kepala keluarga) dengan pertimbangan rasional, memperhatikan etika / norma, serta pranata sosial lainnya. Jika manusia telah melakukan hal tersebut, maka ia telah memenuhi krteria sebagai makhluk ekonomi secara utuh.

Sumber :

https://www.plengdut.com/hakikat-manusia-sebagai-makhluk-sosial-dan-ekonomi-yang-bermoral/501/