Jenis-jenis Kalimat Menurut Tinjauan Pragmatik (Kalimat Persetujuan, Sanggahan, dan Penolakan) – Pengertian, Ciri, Beserta Contohnya

Jenis-jenis Kalimat Menurut Tinjauan Pragmatik (Kalimat Persetujuan, Sanggahan, dan Penolakan) – Pengertian, Ciri, Beserta Contohnya

Kalimat adalah satuan bahasa yang mempunyai makna dengan strukturalisasi kalimat yang utuh dan terpola. Kalimat sangat beragam jenisnya yang didasarkan pada berbagai tinjauan khusus salah satunya adalah dari aspek pragmatik. Jenis-jenis kalimat yang ditinjau dari segi pragmatik diantaranya ialah kalimat persetujuan, kalimat penyanggahan, dan kalimat penolakan. Penjelasan selengkapnya adalah sebagaimana berikut!

1. Kalimat Persetujuan

Kalimat persetujuan merupakan salah satu bentuk kalimat yang dapat menyatakan persetujuan ataupun ketidakpersetujuan terhadap suatu permasalahan. Secara umum kalimat persetujuan ini dinyatakan dalam pembicaraan atau percakapan suatu diskusi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kalimat persetujuan digunakan untuk mengungkapkan pendapat yang berupa persetujuan dalam forum musyawarah untuk menemukan solusi secara bersama-sama.

Adapun ciri-ciri kalimat persetujuan diantaranya ialah menggunakan susunan kata-kata atau frasa yang menggambarkan persetujuan dan pendapat orang lain, meliputi “saya sepakat terhadap pendapat anda,” saya rasa pendapat kita sejalan,” dan “saya sependapat dan sepenuhnya menyetujui usulan anda.” Kalimat persetujuan umumnya disampaikan dengan cara sebagaimana berikut ini :

  • Disampaikan dengan penggunaan bahasa yang baik, santun, dan benar.
  • Ditunjang / didukung dengan menggunakan bahasa yang benar.
  • Tak memberikan kesan yang berlebihan dalam berkomentar dalam melengkapi persetujuan.
  • Persetujuan atau kesepakatan disertai dengan adanya fakta yang konkret.
  • Kalimat yang digunakan haruslah mudah untuk diterima dan tak bertele-tele.

Contoh :

“Saya sependapat dengan usulan saudara bahwa sebaiknya kita perlu membentuk susunan kepanitiaan terlebih dahulu sebelum membebankan tugas pada perorangan. Hal tersebut dikarenakan tugas-tugas ini tak bisa dilakukan hanya dengan pembebanan pada perorangan. Mengingat agenda ini sangatlah penting bagi perusahaan. Karenanya, kita perlu untuk membentuk struktur kepanitiaan yang jelas, sehingga jelas pula tanggung jawab serta amanah yang nantinya akan dibebankan. Stuktur serta tanggung jawab perorangan yang jelas, tentu akan membuat pekerjaan ini semakin terarah dan rapi. Karenanya, kita berkumpul pada rapat siang hari ini guna mematangkan struktur kepanitiaan peringatan hari jadi perusahaan yang ke-34. Bagaimana? Ada tanggapan lain?”

2. Kalimat Penyanggahan / Sanggahan

Kalimat sanggahan / penyanggahan ialah kalimat yang menyatakan penolakan atas pernyataan tertentu. Meskipun esensi dari kalimat sanggahan adalah menolak peryataan, namun perlu diperhatikan dalam penyampaian haruslah menggunakan bahasa yang sopan dan penuh rasa hormat agar terhindar dari kemungkinan adanya selisih pendapat. Disamping itu, pada saat menyampaikan sanggahan, hendaknya disertai pula dengan beberapa alasan yang jelas dan logis.

Kalimat sanggahan umumnya menggunakan penggalan kalimat yakni :

 “pendapat yang disampailan oleh … yang menyatakan bahwa …, menurut hemat saya tidak … sehingga saya merasa tidak cocok dengan …., karena …”

Kalimat sanggahan disampaikan dengan memperhatikan beberapa cara sebagaimana berikut :

  • Disampaikan dengan cara obyektif, jujur, dan logis
  • Diutarakan tanpa luapan amarah, emosi, serta prasangka negatif
  • Menampilkan data, fakta, contoh, beserta ilustrasi yang mampu meyankinkan orang lain.
  • Pernyataan sanggahan disampaikan secara rinci, runut, teliti, dan tak bertele-tele.

Contoh :

“Mohon maaf, kalau boleh saya izin sedikit menanggapi pernyataan yang baru saja disampaikan oleh saudara Irman Maulana barusan.” Menurut hemat saya, dari pada menyewa tenaga pengawaman untuk berjaga setiap malam di kawasan lingkungan kita, alangkah lebih baik jika kita galakkan kembali sistem ronda atau siskamling yang beberapa tahun terakhir ini pernah dicanangkan di sini.” Pertimbangannya bukan semata-mata soal dana yang dibutuhkan untuk menyepa Satpam.” Karena sistem ronda pun dapat memakan biaya yang mungkin saja setara dengan program yang disampaikan oleh saudara Irman tadi.” Mengapa saya mengusulkan untuk diadakan lagi sistem ronda?” alasannya tak lain adalah untuk merekatkan hubungan antar tetangga. Dengan adanya jadwal ronda, antar tetangga dapat saling berkomunikasi dan menjalin silaturahmi lebih dalam. Mengingat, di siang hari para warga menjalani aktivitasnya masing-masing sehingga tak memungkinkan untuk saling berinteraksi.” Nah, ronda dapat menjadi medium yang menjembatani silaturahmi antar warga”.

3. Kalimat Penolakan

Kalimat penolakan ialah kalimat yang memberikan pernyataan penolakan pada pendapat yang disampaikan oleh orang lain di dalam sebuah forum diskusi atau smeacamnya. Seperti halnya pada penyampaian kalimat sanggahan, kalimat penolakan hendaknya disampaikan dengan tuturan sopan dan santun. Hal yang perlu diperhatikan pula dalam menyampaikan penolakan hendaknya disertai pula dengan argunmentasi yang logis dan jelas. Ciri-ciri dari kalimat penolakan diantaranya ialah menggunakan kata-kata ataupun frasa yang menyatakan adanya penolakan ataupun ketidaksetujuan pada pendapat / usulan orang lain, seperti misalnya :

“menurut saya pendapat yang anda sampaikan tadi kurang sesuai …”, “saya kurang sependapat …”, dan lain sebagainya.

Sebagaimana halnya pada kalimat sanggahan atau penyanggahan, kalimat penolakan juga disampaikan dengan menggunakan cara-cara sebagai berikut :

  • Disampaikan secara obyektif, jujur, dan logis
  • Disampaikan tanpa meluapkan amarah, emosi, serta prasangka negatif
  • Menyampaikan data, ilustrasi, fakta, perbandingan, serta contoh-contoh yang dapat meyakinkan orang lain.
  • Pemolakan disampaikan dengan menggunakan bahasa yang baik dan sopan
  • Penolakan disampaikan dengan bahasa lugas, teliti, dan tak bertele-tele / berbelit-belit

Contoh :

“maaf saudara, saya tidak setuju dengan pendapat anda.” Jika acara hari jadi perusahaan diselenggarakan hanya dengan mengadakan agenda yang bersifat hura-hura, lebih baik acara dibatalka”. “Sebaiknya kita lebih mensyukuri yang telah Tuhan berikan dengan maju pesatnya penjualan perusahaan.” Rasa syukur itu bisa diwujudkan dengan mengadakan syukuran, pengajian, dan lain sebagainya.” Kita bisa mengundang anak-anak yatim, duafa, dan fakir miskin.” Saya rasa itu yang lebih esensial.”